Serangan AS dan Israel Tewaskan Ratusan Anak dan Perempuan di Iran

admin

Kabaristimewa.id Iran – Kementerian Kesehatan Iran melaporkan ratusan korban sipil akibat rangkaian serangan yang dilancarkan United States dan Israel sejak 28 Februari 2026.

Dilansir dari CNN Indonesia, berdasarkan data terbaru yang dikutip dari Fars News Agency pada Minggu (15/3/2026), sedikitnya 223 perempuan dan 202 anak anak dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.

Rincian korban menunjukkan tiga perempuan yang sedang hamil turut menjadi korban. Selain itu terdapat 12 anak berusia di bawah lima tahun yang juga meninggal dunia. Kementerian Kesehatan Iran juga mencatat sedikitnya 41 anak mengalami luka luka.

Baca juga  Wakapolda Kaltim Lakukan Kunjungan Adat ke Sultan Kutai, Bangun Komunikasi Awal

Serangan udara tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga merusak berbagai fasilitas publik penting. Infrastruktur layanan kesehatan dilaporkan mengalami kerusakan di sejumlah wilayah.

Laporan yang dikutip dari Al Jazeera menyebutkan sedikitnya 153 pusat kesehatan di berbagai daerah di Iran mengalami kerusakan akibat pengeboman.

Kerusakan fasilitas kesehatan dinilai memperparah kondisi kemanusiaan karena menghambat layanan medis bagi warga sipil yang terdampak konflik.

Baca juga  Pemkab Kukar Bentuk Tim Identifikasi Lahan di Area HGU PT Budiduta Agromakmur

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat setelah serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada akhir Februari 2026. Operasi tersebut dilaporkan menewaskan sekitar 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Pemerintah Iran kemudian merespons dengan meluncurkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel.

Baca juga  Kholidin Unggul di Final Asia Para Cup 2025, Tak Terkalahkan oleh Tuan Rumah

Serangan balasan tersebut juga diarahkan ke sejumlah negara di kawasan, termasuk Jordan dan Iraq, yang menjadi lokasi penempatan aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Sumber: CNN Indonesia

Berita-berita terbaru