Kabaristimewa.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Iran untuk menyerah tanpa syarat setelah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel berlangsung lebih dari sepekan. Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui akun Truth Social pada Jumat, 6 Maret.
Seperti dilansir dari CNN Indonesia, Trump menegaskan tidak akan ada kesepakatan dengan Iran jika negara itu tidak menerima tuntutan penyerahan tanpa syarat. Ia menyatakan setelah tuntutan tersebut dipenuhi dan muncul pemimpin tertinggi baru yang dapat diterima Washington, Amerika Serikat bersama sekutunya siap membantu pemulihan ekonomi Iran.
Pernyataan itu dinilai dapat mempersulit jalur diplomasi untuk menghentikan konflik. Sebab, pernyataan Trump muncul hanya beberapa jam setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengungkapkan bahwa sejumlah negara mulai melakukan upaya mediasi guna menghentikan perang, meski tidak menyebutkan negara yang terlibat.
Pezeshkian menegaskan Iran tetap berkomitmen terhadap perdamaian di kawasan. Namun ia menyatakan negaranya tidak akan ragu mempertahankan martabat dan kedaulatan nasional.
Ketegangan politik tersebut turut memicu gejolak pasar global. Sejumlah indeks saham di Eropa dan Amerika Serikat dilaporkan melemah tajam. Sementara harga minyak dunia melonjak ke level tertinggi sejak 2023 karena kekhawatiran gangguan pasokan energi.
Sebelumnya Trump juga menyatakan keinginannya ikut menentukan pemimpin tertinggi baru Iran untuk menggantikan Ali Khamenei yang dilaporkan tewas pada hari pertama konflik. Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut pemerintah Amerika Serikat telah mulai mempertimbangkan sejumlah kandidat.
Namun Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani menegaskan bahwa pemimpin baru Iran akan dipilih sesuai konstitusi negara tersebut tanpa campur tangan pihak asing.
Iran melaporkan sedikitnya 1.332 warga sipil tewas akibat konflik dengan Amerika Serikat dan Israel, sementara ribuan lainnya mengalami luka-luka. Teheran menuduh kedua negara sengaja menargetkan infrastruktur sipil.
Di sisi lain Iran menyatakan serangan militernya difokuskan pada target militer, bukan wilayah sipil. Pemerintah Iran juga membantah tuduhan bahwa mereka menyerang fasilitas nonmiliter di negara tetangga.
Dua pejabat Amerika Serikat kepada Reuters menyebut penyelidik militer menduga pasukan AS kemungkinan bertanggung jawab atas serangan yang mengenai sebuah sekolah perempuan di Iran pada hari pertama konflik. Serangan itu dilaporkan menewaskan ratusan anak. Penyelidikan masih berlangsung.
Sejak konflik pecah pada 28 Februari, serangan Iran dilaporkan menewaskan 11 orang di Israel. Sementara enam tentara Amerika Serikat juga dilaporkan tewas dalam pertempuran tersebut.
Ketegangan bermula setelah serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran di tengah proses negosiasi terkait program nuklir Iran. Konflik tersebut kemudian berkembang menjadi perang terbuka antara kedua pihak.
Sumber: CNN Indonesia








