Transformasi Digital Desa Loa Janan Ulu Dimulai dari Administrasi Kependudukan

admin

Kepala Desa Loa Janan Ulu, Supariyo

Kabaristimewa.id, Kutai Kartanegara – Pelayanan publik di Desa Loa Janan Ulu kini mulai memasuki era digital. Pemerintah desa perlahan menerapkan sistem digital dalam layanan administrasi meski belum sepenuhnya berjalan maksimal. Transformasi ini menjadi langkah awal menuju modernisasi birokrasi di tingkat desa.

Kepala Desa Loa Janan Ulu, Supariyo, mengungkapkan bahwa digitalisasi sudah mulai diterapkan khususnya pada layanan administrasi kependudukan. “Alhamdulillah, bertahap sudah kita terapkan,” ujarnya pada Jumat (03/10/2025).

Baca juga  Pabrik Rumput Laut di Muara Badak Jadi Andalan Baru Ekonomi Kukar

Namun, sebagian besar layanan masih dijalankan secara manual karena keterbatasan pemahaman masyarakat. Dari 12.973 jiwa penduduk, mayoritas warga masih terbiasa menggunakan pola pelayanan konvensional. Supariyo menegaskan, perubahan dilakukan perlahan agar masyarakat mampu menyesuaikan diri.

“Kita lakukan bertahap, karena masyarakat juga harus menyesuaikan diri. Tidak bisa langsung semuanya digital,” jelasnya. Sikap hati-hati itu dianggap penting agar proses transformasi tidak menimbulkan kebingungan di tengah warga.

Baca juga  Perumda Tirta Mahakam Berusia 34 Tahun, Bupati Kukar Soroti Kebocoran Air dan Perluasan Layanan

Meski tantangan ada, pemerintah desa tetap optimistis dengan kebijakan ini. Digitalisasi diyakini mampu mempercepat proses administrasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan. “Kita mengikuti arahan pemerintah di atas, supaya pelayanan makin baik,” tambah Supariyo.

Selain untuk administrasi, digitalisasi di Loa Janan Ulu juga berpotensi dikembangkan di sektor lain. Bidang informasi desa maupun pengelolaan keuangan disebut bisa ikut masuk ke sistem digital, sehingga mendorong transparansi di tingkat pemerintahan desa.

Baca juga  Jembatan Sebulu Segera Dibangun, Edi-Rendi Gelontorkan Rp203 Miliar untuk Tahap Pertama

“Yang jelas, Loa Janan Ulu sudah masuk fase digitalisasi. Tinggal memperluas penerapannya agar lebih merata,” pungkas Kepala Desa. Pemerintah desa berharap masyarakat semakin terbiasa dengan pola layanan baru sehingga sistem digital bisa berjalan optimal.

Berita-berita terbaru