Kabaristimewa.id, Kutai Kartanegara – Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur, Drs. Safaruddin, menegaskan pentingnya kader partai untuk tetap dekat dengan masyarakat. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Training of Trainers (TOT) PDI Perjuangan yang berlangsung di Kutai Kartanegara.
Dalam arahannya, Safaruddin menjelaskan bahwa TOT tidak boleh dipandang sekadar agenda seremonial. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kaderisasi partai yang harus diikuti dengan pembinaan berjenjang. “TOT ini harus dipahami betul dan dilaksanakan. Setelah selesai, ada tindak lanjut agar kaderisasi bisa berjalan baik,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan kritik terhadap perilaku sebagian elite politik yang justru sibuk mempertontonkan gaya hidup mewah. Safaruddin menilai, sikap flexing sama sekali tidak pantas dilakukan oleh kader partai wong cilik. “Masyarakat lagi susah, kok pamer – pamer, tidak boleh. Turun saja ke masyarakat, cari solusi,” tegasnya.
Selain itu, ia menyinggung kondisi ekonomi rakyat yang menurutnya masih jauh dari kata layak. Safaruddin menyoroti adanya kesenjangan besar antara tunjangan pejabat dengan penghasilan masyarakat kecil, yang dikhawatirkan dapat memicu kecemburuan sosial.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa PDI Perjuangan memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar di Kukar. Dengan raihan 16 kursi DPRD, jabatan ketua dewan, hingga posisi bupati, Safaruddin menilai partai harus hadir secara nyata untuk menyelesaikan persoalan rakyat. “Kalau fraksi PDIP di Kukar sebanyak 16 orang tidak bisa mengatasi kesulitan masyarakat, itu sangat aneh,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa persiapan sejak dini menghadapi Pemilu 2029 menjadi hal penting. Safaruddin meminta agar kader tetap adaptif terhadap perubahan zaman, tanpa melupakan jati diri partai yang berpihak kepada rakyat kecil.
“PDI Perjuangan itu keberadaannya untuk orang kecil. Jangan sampai melupakan mereka,” pungkasnya, seraya mengingatkan kader untuk konsisten membela kepentingan masyarakat bawah.








