Kabaristimewa.id, Bogor – Sebuah bangunan lantai dua milik Majelis Taklim As Sobiyah yang terletak di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Bogor, ambruk saat peringatan Maulid Nabi digelar pada Minggu (7/9/2025) pagi. Dalam peristiwa ini, tiga orang dinyatakan meninggal dunia dan 56 lainnya mengalami luka-luka. Kejadian tragis itu berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB saat para jemaah sedang melantunkan marhaban.
Euis, seorang jemaah sekaligus korban selamat, menyampaikan bahwa saat itu dirinya duduk di dekat pintu lantai dua. “Kalau lantai 2 memang enggak pernah dipakai,” ujar Euis di lokasi kejadian. Ia menjelaskan bahwa tidak ada suara atau tanda-tanda sebelumnya yang menunjukkan bangunan akan roboh. Namun tiba-tiba saja, kata dia, lantai tersebut ambruk.
“Saat kami sedang khusyuk melantunkan salawat, bangunan tiba-tiba ambruk,” katanya. Tanpa didahului retakan atau bunyi mencurigakan, pondasi beton lantai atas langsung runtuh. Jemaah yang berada di dalam bangunan terseret jatuh dan tertimpa atap serta puing bangunan lainnya. Sebagian masih sempat berzikir atau menyebut nama Allah di tengah kepanikan.
Dengan tubuh penuh debu dan tangan terhimpit material bangunan, Euis berusaha bangkit dan mencari pertolongan. “Saya bangun, lalu nyari bantuan ke depan. Pas dibantu warga, tangan saya mulai terasa sakit,” tuturnya. Situasi di lokasi kejadian saat itu digambarkan kacau balau, penuh teriakan dan tangis dari para jemaah.
Tim medis dan relawan segera berdatangan beberapa menit setelah kejadian untuk mengevakuasi para korban. Euis termasuk yang lebih dulu ditangani oleh tim medis dari puskesmas. Dari hasil pemeriksaan awal, ia mengalami patah tulang di bagian tangan kanan serta luka pada bagian bibir. Korban lainnya juga mengalami luka-luka ringan hingga serius.
Majelis Taklim As Sobiyah diketahui baru difungsikan usai Lebaran 2025, menurut pengakuan Euis. Bangunan ini milik pimpinan pengajian Ustadz Zulpaldi Harahap. Selama ini, lantai dua kerap digunakan untuk kegiatan pengajian ibu-ibu maupun santri dari luar daerah. Namun, ini kali pertama tempat itu digunakan untuk peringatan Maulid Nabi.
Sementara lantai satu bangunan masih dalam tahap pembangunan dan rencananya akan difungsikan sebagai tempat belajar mengaji bagi para santri. “Untuk lantai bawah masih dalam tahap pembangunan,” ungkap Euis. Ia menambahkan bahwa belum pernah terjadi insiden selama kegiatan rutin di tempat tersebut.
Pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab teknis keruntuhan bangunan. Namun, investigasi atas insiden tersebut masih berlangsung. Dugaan sementara mengarah pada kualitas konstruksi bangunan yang belum layak menampung beban berat. Pemerintah setempat bersama aparat keamanan dilaporkan sudah menutup sementara lokasi untuk penyelidikan lebih lanjut.








