Pramono Batasi Pengiriman Sampah ke Bantargebang Usai Longsor

admin

Kabaristimewa.id Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pemerintah akan membatasi pengiriman sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Kebijakan ini diambil setelah terjadi longsor besar di area pembuangan sampah tersebut.

Seperti dilansir dari CNN Indonesia, Pramono mengatakan pembatasan dilakukan karena kapasitas tampung TPST Bantargebang sudah sangat terbatas. Pemerintah juga tengah menyiapkan pengaturan baru dalam pengelolaan sampah.

Ia menjelaskan, sementara waktu operasional akan memanfaatkan zona yang masih tersedia sambil menunggu penyelesaian zona 4A. Pemerintah juga menyiapkan zona baru sebagai area penampungan sementara.

Baca juga  BPBD Siagakan Armada Tangani Banjir Samarinda akibat Hujan Ekstrem

Menurut Pramono, volume sampah Jakarta saat ini mencapai sekitar 7.400 hingga 8.000 ton per hari. Jumlah tersebut biasanya meningkat pada akhir pekan sehingga memberi tekanan besar pada daya tampung lokasi pembuangan.

Karena itu, Pemprov DKI Jakarta akan memperketat proses pemilahan sampah sebelum dikirim ke Bantargebang. Langkah ini mengikuti arahan Kementerian Lingkungan Hidup untuk mengurangi jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.

Pramono menilai selama ini sebagian besar sampah dari Jakarta langsung dikirim ke Bantargebang tanpa proses pemisahan yang memadai. Ke depan, proses pemilahan akan mulai diterapkan agar tidak seluruh sampah dibuang ke lokasi tersebut.

Baca juga  Rahmat Dermawan: PDI Perjuangan Siap Kawal Kukar Idaman Terbaik Sampai Tuntas

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta juga memastikan santunan bagi korban longsor di Bantargebang. Korban yang meninggal dari petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum akan menerima santunan dari BPJS Ketenagakerjaan, sementara korban luka akan ditanggung biaya pengobatannya oleh pemerintah.

Pramono mengungkapkan insiden longsor tersebut menewaskan empat orang. Korban terdiri dari dua sopir, satu pedagang perempuan berusia sekitar 60 tahun, serta seorang pemulung perempuan.

Ia menjelaskan longsor terjadi di zona 4A pada Minggu (8/3) sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa itu diduga dipicu hujan ekstrem yang menyebabkan tumpukan sampah ambrol hingga menutup jalan operasional dan aliran Sungai Ciketing sepanjang sekitar 40 meter.

Baca juga  Pria 22 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Sebulu

Saat ini Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta telah mengaktifkan operasi tanggap darurat untuk menangani dampak kejadian tersebut. Langkah yang dilakukan meliputi penyelamatan petugas, penanganan korban, serta menstabilkan area agar layanan pengelolaan sampah dapat kembali berjalan.

Sementara itu, pengiriman sampah dari Jakarta untuk sementara dialihkan ke zona 3. Pemerintah juga menyiapkan dua titik tambahan sambil melakukan penataan kembali area penampungan sampah di Bantargebang.

Sumber: CNN Indonesia

Berita-berita terbaru