Tragedi KKN UGM di Maluku Tenggara, Dua Mahasiswa Gugur dalam Tugas

admin

Dua Mahasiswa KKN UGM yang dinyatakan meninggal dunia usai tragedi kapal terbalik di perairan Maluku Tenggara. Foto/Instagram/ugm.yogyakarta

Kabaristimewa.id, Maluku Tenggara – Duka mendalam menyelimuti Universitas Gadjah Mada (UGM) setelah dua mahasiswanya meninggal dunia akibat kecelakaan laut di Maluku Tenggara. Peristiwa ini menimpa peserta Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) saat mereka melakukan kegiatan di Pulau Wahru. Gelombang pasang dan angin kencang menyebabkan satu speedboat terbalik dalam perjalanan pulang.

Bagus Adi Prayogo dan Septian Eka Rahmadi adalah dua mahasiswa yang menjadi korban jiwa dalam insiden tersebut. Jenazah Septian ditemukan tak lama setelah kejadian, sedangkan Bagus baru ditemukan Kamis malam. “Saat ini sedang dalam perjalanan ke rumah sakit,” kata Rustamadji, Direktur DPkM UGM.

Baca juga  PPDS Anestesi RSHS Dihentikan Sementara, Kemenkes Lakukan Evaluasi Tata Kelola

Menurut Rustamadji, total terdapat tujuh mahasiswa dan lima warga lokal yang ikut dalam kegiatan tersebut. Mereka terlibat dalam pengambilan pasir untuk proyek Artificial Patch Reef (APR), sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat pesisir. Kelompok ini berangkat menggunakan dua unit speedboat.

Insiden terjadi pada Selasa siang sekitar pukul 11.00 WIT, saat perjalanan kembali dari lokasi kegiatan. Lima mahasiswa lainnya berhasil diselamatkan, sementara dua lainnya dinyatakan meninggal dunia. Tim gabungan kemudian melakukan pencarian hingga jenazah Bagus ditemukan dua hari kemudian.

Baca juga  Menteri Kesehatan RI Bicarakan Kerja Sama Bilateral Inovasi Teknologi Medis dalam Kunjungan ke Australia

“Atas nama Universitas Gadjah Mada, kami menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian almarhum Bagus Adi Prayogo dan Septian Eka Rahmadi,” ucap Rustamadji. Ia menegaskan, universitas telah melakukan langkah-langkah cepat dalam menanggapi kejadian ini. Koordinasi dengan berbagai pihak dilakukan untuk penanganan maksimal.

UGM memastikan dukungan psikologis dan logistik diberikan kepada mahasiswa yang terdampak. Selain itu, proses pemulangan jenazah ke daerah asal masing-masing mahasiswa telah difasilitasi. “Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” pungkasnya.

Baca juga  Gempa Perparah Runtuhan, Evakuasi Ponpes Al Khoziny Butuh Upaya Khusus

Insiden ini menyadarkan akan pentingnya mitigasi risiko dalam kegiatan luar ruang yang melibatkan mahasiswa. Ke depan, evaluasi atas prosedur keselamatan menjadi perhatian penting pihak kampus dan mitra kegiatan di lapangan.

Sumber : https://regional.kompas.com/read/2025/07/01/225241178/mahasiswa-ugm-yang-hilang-di-laut-maluku-ditemukan-meninggal-dunia-korban?source=headline
Penulis : Arnelya NL

Berita-berita terbaru

Tinggalkan komentar