SGER Lunasi Obligasi Rp273,64 Miliar Menggunakan Kas Internal

admin

kabaristimewa.id, Jakarta – PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) menyelesaikan pelunasan obligasi sebesar Rp273,64 miliar dengan menggunakan dana kas internal perusahaan. Pembayaran tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan memenuhi kewajiban finansial sekaligus menjaga kepercayaan pasar terhadap pengelolaan modal.

Dilansir dari Antara Kaltim, Sekretaris Perusahaan SGER, Michael Harold, menjelaskan bahwa pelunasan Obligasi Berkelanjutan I PT Sumber Global Energy Tbk Tahap II Tahun 2025 Seri A telah dilakukan sesuai jadwal yang ditetapkan.

“Pelunasan obligasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasar terhadap kemampuan SGER dalam mengelola struktur permodalan dan memenuhi kewajiban finansialnya,” ujar Michael dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.

Ia menyebutkan, dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi tersebut sebelumnya dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja. Penggunaannya terutama berkaitan dengan pengadaan batu bara dan pembayaran pembelian batu bara kepada pemasok.

Baca juga  Awak Kapal Temukan Nahkoda Meninggal Saat Kapal Bersandar di Kutai Lama

Pada penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025, SGER membaginya menjadi dua seri. Seri A memiliki nilai Rp273,64 miliar dengan bunga tetap sebesar 10 persen per tahun dan jangka waktu 370 hari. Sementara itu, Seri B tercatat sebesar Rp9,46 miliar dengan bunga tetap 10,75 persen per tahun serta jatuh tempo pada 15 Oktober 2027.

Dari sisi kinerja keuangan, perusahaan membukukan pendapatan Rp4,32 triliun hingga semester II 2026. Nilai tersebut meningkat 6,73 persen secara tahunan dibandingkan pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,05 triliun.

Pendapatan terbesar perusahaan berasal dari segmen batu bara yang mencapai Rp3,16 triliun. Kontribusi lainnya diperoleh dari penjualan pasir dan kapur sebesar Rp495,16 miliar, kokas minyak bumi senilai Rp379 miliar, serta nikel sebesar Rp284,29 miliar.

Baca juga  Tahun Baru 2025, Dibalik Kemilau Kembang Api dan Upaya Bersihkan Jakarta

Sejalan dengan peningkatan pendapatan, SGER juga mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 8,83 persen secara tahunan menjadi Rp137,95 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain mempertahankan bisnis perdagangan batu bara, perusahaan turut mengembangkan sumber pendapatan melalui diversifikasi usaha ke sektor lain. Upaya tersebut dilakukan melalui anak usahanya, PT Hidrogen Peroxida Indonesia (HPI), yang telah membangun pabrik hidrogen peroksida di Merak, Banten.

Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi mencapai 20.000 metrik ton per tahun pada konsentrasi 100 persen atau 40.000 metrik ton per tahun pada konsentrasi 50 persen. Menurut keterangan perseroan, kapasitas itu menempatkan pabrik HPI sebagai salah satu fasilitas produksi hidrogen peroksida terbesar di Indonesia, yakni terbesar kedua.

Baca juga  KPK Sita Rumah Mewah Milik Mantan Menteri Pertanian SYL di Jakarta Selatan

Hidrogen peroksida (H₂O₂) merupakan bahan kimia yang dinilai lebih ramah lingkungan untuk sejumlah kebutuhan industri. Produk tersebut dimanfaatkan dalam berbagai sektor, di antaranya industri pulp dan kertas, tekstil, serta pertambangan.

Michael berharap pengoperasian pabrik tersebut dapat memperluas portofolio bisnis perusahaan sekaligus memberikan kontribusi terhadap pendapatan SGER pada masa mendatang.

”Dengan prospek industri yang baik, operasional pabrik ini tentunya bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi SGER di masa depan,” ujar Michael.

Sumber : Antara Kaltim

Berita-berita terbaru