Tiga Tim SAR Dikerahkan Tangani Banjir dan Longsor di Sibolga

admin

Tim SAR gabungan terus berkejaran dengan waktu untuk melakukan pencarian serta evakuasi. Foto/Tim SAR Nias

Kabaristimewa.id, Sibolga – Bencana banjir dan tanah longsor kembali menelan korban di wilayah Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Petugas SAR menyebutkan bahwa hingga Jumat tercatat 19 orang meninggal dunia di tiga wilayah itu. Kepala Kantor SAR Nias, Putu Arga Sujarwadi, menyampaikan informasi tersebut melalui Humas saat dihubungi. “Data korban terkalkulasi, meninggal 19 orang,” ungkapnya.

Selain korban jiwa, puluhan warga lain dilaporkan hilang. Hingga saat ini terdapat 24 orang yang masih dalam proses pencarian oleh tim SAR. Putu Arga memastikan upaya pencarian terus dilakukan meski terkendala kondisi medan yang sulit. “Dalam pencarian 24 orang,” sambungnya.

Baca juga  Patrick Kluivert Siapkan Timnas Indonesia Tampil Maksimal di Osaka 10 Juni

Jumlah warga terdampak dari tiga daerah itu mencapai 1.952 orang. Mereka tersebar di Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan dengan kondisi rumah yang tergenang maupun akses jalan yang tertutup longsor. Aparat gabungan terus melakukan asesmen untuk memperbarui jumlah korban dan kerusakan di lapangan.

Untuk melakukan evakuasi, tiga tim telah diturunkan menuju titik-titik terdampak. Tim pertama diarahkan ke perumahan Toholand Pandan, sedangkan tim kedua ditugaskan menuju posko terpadu di Gedung Nasional Sibolga. Putu Arga menjelaskan bahwa tim ketiga bergerak secara mobile untuk mengantar personel ke lokasi evakuasi di Sibolga dan Tapanuli Tengah.

Baca juga  Mobil Berhenti di Jalan Picu Kecelakaan, Pemotor Terluka di Jl. Pesut

Situasi pengungsian juga meningkat seiring makin luasnya dampak bencana. Total terdapat 447 orang yang mengungsi di Gor Pandan, terdiri dari bayi, anak-anak, dan dewasa. “Data pengungsi di Gor Pandan sebanyak 447 orang,” ujar Putu Arga, sembari merinci bahwa 43 di antaranya merupakan bayi dan 109 anak-anak. Selain itu, laporan menyebutkan ada tambahan 10 orang yang juga mengungsi di lokasi yang sama.

Sementara itu, dua kawasan perumahan di Tapanuli Tengah masih belum dapat diakses hingga kini. Petugas terpaksa menunggu alat berat untuk membuka jalur yang tertutup material longsor. Upaya pembukaan akses dilakukan secara bertahap mengingat kondisi jalan yang terputus cukup parah.

Baca juga  166 Rumah Warga Rusak Disapu Puting Beliung, Aceh Utara Tanggap Darurat

Gangguan serupa terjadi pada jalur utama dari Tarutung menuju Sibolga. Jalan di kawasan tersebut dilaporkan amblas dan menyebabkan akses terputus total. Putu Arga menyebutkan bahwa perbaikan darurat sedang direncanakan. “Jalan amblas dan akses putus total dari Tarutung menuju Sibolga. Dibutuhkan estimasi 3–4 hari untuk pembangunan jembatan darurat,” tuturnya

Sumber : https://news.detik.com/berita/d-8232455/tim-sar-19-orang-meninggal-akibat-banjir-di-sibolga-24-dalam-pencarian

Berita-berita terbaru