Kabaristimewa.id, Makassar – Seorang pria bernama Zainal, berusia 46 tahun, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penikaman oleh oknum anggota TNI Angkatan Udara berinisial Serda AL di kawasan Perumahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Kejadian tersebut terekam dalam video berdurasi 51 detik yang kemudian viral di media sosial. Dalam rekaman itu, korban terlihat bersimbah darah dengan luka parah di bagian pinggang belakang.
Perempuan berinisial N, yang merupakan istri pelaku, tampak berusaha melerai kejadian sambil histeris meminta pertolongan warga. Namun situasi di lokasi membuat banyak warga hanya dapat menyaksikan tanpa bisa memberikan bantuan. Upaya korban untuk mendapatkan pertolongan dilakukan dengan membawanya ke rumah sakit terdekat.
Sayangnya, nyawa Zainal tidak dapat diselamatkan setelah mengalami pendarahan hebat. Selain luka tikaman di bagian pinggang belakang, korban juga diketahui mengalami luka pada lengan kiri. Kondisi tersebut membuat pihak keluarga terpukul atas tragedi yang terjadi secara tiba-tiba.
Informasi yang diperoleh dari lapangan menyebut bahwa insiden bermula ketika Zainal mengantar N pulang dari rumah keluarga korban. Di tengah perjalanan, pelaku yang mengendarai sepeda motor diduga menghadang mobil korban dan meminta keduanya turun. Setelah itu, pelaku langsung melakukan penikaman tanpa banyak bicara.
Tragedi ini semakin mengagetkan keluarga besar korban karena adanya hubungan kekerabatan antara Zainal dan istri pelaku. Hal itu disampaikan oleh ayah korban, Abdul Rahman, yang mengungkapkan rasa tidak percaya atas peristiwa tersebut. “Tidak pernah kami sangka kejadian seperti ini menimpa keluarga kami,” ujar Abdul Rahman.
Dari informasi yang dihimpun, Zainal dikenal bekerja sebagai penyedia tenda pelaminan, sementara istri pelaku berprofesi sebagai tata rias pengantin. Keduanya sering bekerja bersama dalam berbagai acara hajatan, sehingga hubungan keduanya sebelumnya dianggap baik-baik saja. Hal ini menambah kejanggalan bagi pihak keluarga.
Sementara itu, pihak TNI AU melalui Koopsau II memastikan bahwa kasus tersebut kini telah berada dalam penanganan Polisi Militer. Kolonel Sus Aidil selaku Kepala Penerangan Koopsau II menegaskan bahwa pelaku sudah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut. “Kasus telah ditangani oleh POM TNI AU karena pelaku merupakan prajurit aktif,” ujar Aidil.
Penanganan hukum oleh POM TNI AU diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi keluarga korban mengenai motif dan rangkaian kejadian yang sesungguhnya. Masyarakat yang menyaksikan video viral tersebut kini menunggu perkembangan resmi dari pihak berwenang. Kasus ini menjadi perhatian luas karena melibatkan prajurit aktif serta adanya unsur kekerasan yang terekam secara jelas.








