Rupiah Menguat di Awal Oktober, Tembus Rp17.955 per Dolar AS

admin

Kabaristimewa.id, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat pada pembukaan perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026. Rupiah naik 11 poin atau 0,06 persen ke level Rp17.955 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan perdagangan sehari sebelumnya yang berada di Rp17.966 per dolar AS. Pergerakan tersebut menunjukkan rupiah mulai bergerak positif setelah sebelumnya mengalami tekanan di pasar valuta asing.

Pada perdagangan Kamis, 1 Oktober 2026, rupiah sempat dibuka pada level Rp17.915 per dolar AS. Namun, tekanan terhadap mata uang domestik berlanjut sepanjang perdagangan sehingga rupiah akhirnya ditutup melemah di posisi Rp17.966 per dolar AS. Dengan posisi tersebut, rupiah tercatat melemah 72 poin atau 0,40 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.894 per dolar AS.

Baca juga  Stok LPG 3 Kg di Kukar Tetap Aman, Distribusi Normal Pasca Lebaran

Pergerakan rupiah juga terlihat dari data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang diterbitkan Bank Indonesia. Pada Kamis, JISDOR tercatat sebesar Rp17.937 per dolar AS. Angka tersebut melemah dibandingkan posisi JISDOR pada Rabu, 30 September 2026, yang berada di level Rp17.877 per dolar AS. Data Bank Indonesia menunjukkan kurs JISDOR pada 29 September juga berada di Rp17.998 per dolar AS, sehingga pergerakan kurs dalam beberapa hari terakhir berlangsung cukup dinamis.

Penguatan rupiah pada awal perdagangan Jumat membuat posisi mata uang domestik kembali berada di bawah level Rp18.000 per dolar AS. Meski demikian, penguatan sebesar 0,06 persen masih relatif terbatas sehingga arah pergerakan rupiah sepanjang perdagangan tetap akan dipengaruhi kondisi pasar valuta asing dan perkembangan sentimen ekonomi global.

Baca juga  Gus Ipul Kejujuran Jadi Fondasi Utama Seleksi dan Pengelolaan Sekolah Rakyat

Kurs JISDOR sendiri menjadi salah satu indikator penting dalam melihat perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Berdasarkan data Bank Indonesia, JISDOR ditetapkan setiap hari kerja dan menjadi referensi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pada 1 Oktober 2026, posisi JISDOR berada di Rp17.937 per dolar AS.

Perbedaan antara posisi rupiah di pasar spot dan JISDOR juga menunjukkan bahwa pergerakan nilai tukar dapat berubah mengikuti waktu dan mekanisme pasar. Rupiah pada Jumat dibuka di Rp17.955 per dolar AS, sementara JISDOR terakhir yang tersedia untuk Kamis berada di Rp17.937 per dolar AS. Kondisi tersebut mencerminkan dinamika nilai tukar yang terus bergerak mengikuti transaksi dan kondisi pasar.

Baca juga  Kebakaran di Sangasanga Dalam, Satu Rumah Rata dengan Tanah

Selanjutnya, pelaku pasar akan mencermati perkembangan perdagangan rupiah sepanjang Jumat. Perubahan permintaan dan penawaran valuta asing dapat memengaruhi posisi rupiah hingga penutupan perdagangan. Karena itu, penguatan pada pembukaan belum dapat menggambarkan posisi akhir rupiah pada perdagangan hari tersebut.

Dengan demikian, rupiah mengawali perdagangan Jumat dengan penguatan setelah sehari sebelumnya mengalami tekanan. Posisi Rp17.955 per dolar AS menjadi level pembukaan yang akan menjadi perhatian pasar, sementara perkembangan selanjutnya masih bergantung pada dinamika perdagangan valuta asing sepanjang hari.

Sumber: ANTARA News | Penyunting: Mawar N. F.

Berita-berita terbaru