Distriknews.co Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara masih menghadapi persoalan kerusakan fasilitas pendidikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mencatat sebanyak 1.928 ruang kelas dan 1.043 toilet sekolah dari jenjang TK hingga SMP mengalami kerusakan per awal 2026.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan ratusan fasilitas tersebut masuk kategori rusak berat dan membutuhkan penanganan segera. Data mencatat ada 663 ruang kelas dan 319 toilet dalam kondisi rusak berat.
“Untuk ruang kelas rusak berat di TK ada 11 unit, SD 570 unit, dan SMP 82 unit. Sementara toilet rusak berat di TK ada 2 unit, SD 226 unit, dan SMP 91 unit,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Secara keseluruhan, jumlah ruang kelas di Kukar mencapai 4.205 unit. Dari total tersebut, hanya 2.239 ruang yang dalam kondisi baik, sementara sisanya mengalami kerusakan ringan hingga berat.
Kondisi serupa terjadi pada fasilitas sanitasi. Dari total 2.441 unit toilet sekolah, sebanyak 1.399 unit dinyatakan layak pakai, sedangkan sisanya mengalami kerusakan.
Heriansyah menyebut perbaikan akan difokuskan pada fasilitas dengan tingkat kerusakan paling parah. Hal ini dilakukan karena keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah.
“Dengan kebijakan efisiensi anggaran, kami memprioritaskan perbaikan pada bangunan yang rusak berat,” jelasnya.
Ia menambahkan, percepatan perbaikan masih memungkinkan jika ada tambahan anggaran pada APBD Perubahan.
“Jika ada penambahan anggaran, tentu akan kami optimalkan untuk percepatan perbaikan,” katanya.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh perbaikan fasilitas pendidikan di Kukar dapat rampung pada 2027. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sarana belajar dan menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih nyaman bagi siswa.








