kabaristimewa.id, KUTAI KARTANEGARA – Upaya mendorong pertumbuhan usaha kecil terus menjadi perhatian Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara, Rahmat Dermawan. Kali ini, ia mengunjungi usaha kuliner Kebab Lupna yang berlokasi di Kelurahan Sangasanga Dalam untuk melihat perkembangan usaha sekaligus mendengarkan kebutuhan pelaku UMKM.
Usaha milik Lupna tersebut menjadi salah satu contoh usaha keluarga yang dijalankan setiap hari, mulai pagi hingga malam. Aktivitas ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan keluarga, tetapi juga turut menggerakkan perekonomian masyarakat di lingkungan sekitar.
Dalam kunjungan tersebut, diketahui bahwa Kebab Lupna telah menerima bantuan sarana usaha dari Rahmat Dermawan. Bantuan itu berupa rombong dagang, kompor untuk memanggang kebab, serta blender yang digunakan untuk menyiapkan aneka minuman seperti es dan jus.
Keberadaan peralatan tersebut membantu menunjang kegiatan berjualan sehari-hari, sehingga pemilik usaha dapat menjalankan operasional dengan lebih baik.
Lupna mengapresiasi perhatian dan dukungan yang telah diberikan. Ia berharap bantuan bagi pedagang kecil dapat terus berlanjut agar semakin banyak pelaku UMKM yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan usahanya.
Selain dukungan peralatan, Lupna juga menyampaikan harapan agar pelaku usaha mendapatkan kemudahan dalam mengurus sertifikasi halal serta memperoleh kesempatan promosi melalui berbagai kegiatan atau pameran. Menurutnya, dukungan tersebut dapat membantu memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan daya saing produk.
Pengembangan UMKM sendiri menjadi salah satu sektor yang membutuhkan dukungan berkelanjutan, baik melalui penyediaan sarana usaha maupun pendampingan. Fasilitasi perizinan, sertifikasi halal, pelatihan pengelolaan usaha, dan akses pemasaran menjadi beberapa aspek yang dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas produknya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Rahmat Dermawan menyampaikan apresiasi kepada para pelaku UMKM yang terus berupaya mempertahankan dan mengembangkan usaha di tengah tantangan ekonomi. Ia menegaskan pentingnya komunikasi antara pelaku usaha, DPRD, dan pemerintah daerah agar kebutuhan masyarakat dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pemberdayaan ekonomi.
Rahmat juga menyatakan komitmennya untuk menampung dan mengawal aspirasi pelaku usaha, termasuk kebutuhan terkait bantuan sarana, legalitas usaha, sertifikasi halal, serta promosi produk lokal.
Ia berharap koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dapat terus diperkuat sehingga dukungan terhadap UMKM dapat berjalan lebih optimal dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Melalui perhatian dan pendampingan yang berkelanjutan, UMKM diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, serta menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara. (Adv)
penyunting: N F








