Kabaristimewa.id, Kutai Kartanegara – Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, menjadi salah satu desa yang menorehkan prestasi membanggakan dengan mewakili Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam Lomba Desa Wisata tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2025. Ajang ini menjadi momentum penting bagi masyarakat desa untuk memperkenalkan potensi wisata unggulan sekaligus menegaskan kesiapan mereka dalam pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat.
Presentasi profil desa dilakukan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dewi Arum pada 4 Juli 2025 di kantor Dinas Pariwisata Kalimantan Timur. Dalam kesempatan tersebut, tim desa memaparkan berbagai aspek pengelolaan wisata, pemberdayaan masyarakat, dan dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Kepala Desa Sumber Sari, Sutarno, menjelaskan bahwa penilaian lomba meliputi dokumen administrasi, aktivitas Pokdarwis, serta inovasi pengelolaan destinasi. Desa Sumber Sari mengunggulkan Wisata Puncak sebagai ikon utama yang merepresentasikan keindahan alam dan kekuatan gotong royong masyarakat.
“Yang masih kita unggulkan itu Wisata Puncak, kemudian dukungan-dukungan dari desa dan dinas-dinas terkait juga terus berjalan,” ungkap Sutarno, Rabu (9/7/2025).
Dinas Pariwisata Kukar turut memberikan pendampingan intensif sejak tahap awal, mulai dari penyusunan dokumen, penyiapan materi presentasi, hingga pembinaan teknis. Sutarno menambahkan, tahap penilaian berikutnya akan dilakukan di lapangan apabila Desa Sumber Sari berhasil masuk lima besar. “Kalau lolos ke lima besar, baru dilakukan penilaian langsung di lokasi objek wisata,” jelasnya.
Wisata Puncak yang menjadi andalan desa menawarkan panorama alam menawan dengan keindahan matahari terbit dari puncak perbukitan. Setiap bulan, destinasi ini mampu menarik antara 700 hingga 1.000 pengunjung, menjadikannya salah satu lokasi wisata alam populer di Kukar.
Selain menawarkan keindahan alam, pemerintah desa juga terus melakukan pembenahan fasilitas pendukung. Dukungan tersebut bersumber dari dana desa, swadaya masyarakat, serta bantuan dari pemerintah daerah, yang diarahkan untuk memperkuat kenyamanan dan keamanan pengunjung.
“Kami masih terus berbenah, baik dari sisi fasilitas maupun pelayanan. Semua dilakukan bersama masyarakat agar Wisata Puncak bisa terus berkembang dan memberi manfaat ekonomi bagi warga,” tutur Sutarno.
Melalui ajang lomba ini, Desa Sumber Sari berharap dapat memperluas promosi potensi wisata sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam pengelolaan destinasi. Sutarno optimistis, pengalaman mengikuti lomba provinsi menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi Sumber Sari sebagai desa wisata unggulan di Kukar.
“Yang utama bukan hanya menang, tapi bagaimana kami bisa terus belajar dan memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat luas,” pungkasnya. (Adv/Dispar Kukar)








