Kebakaran Rusak Tiga Kelas SDN 021 Tenggarong, Revitalisasi Diusulkan Rp2 Miliar

admin

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Kartanegara, Heriansyah.

Kabaristimewa.id, Tenggarong – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengusulkan revitalisasi bangunan SDN 021 Tenggarong yang terdampak kebakaran. Kerusakan akibat peristiwa tersebut membuat tiga ruang kelas dan satu toilet murid tidak dapat digunakan.

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan pihaknya telah meninjau langsung kondisi sekolah pada Rabu (14/10/2026). Hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar pengajuan perbaikan melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP).

Setelah mengidentifikasi tingkat kerusakan, Disdikbud Kukar segera menyampaikan laporan agar sekolah tersebut dapat diusulkan masuk dalam program revitalisasi. Upaya ini dilakukan supaya fasilitas pendidikan yang terdampak bisa segera diperbaiki dan kembali mendukung kegiatan belajar mengajar.

“Pertama, kemarin saya sudah melakukan identifikasi, kemudian langsung kita laporkan ke BPMP untuk diusulkan revitalisasi. Insyaallah, kemarin beliau berkomitmen, mudah-mudahan dalam waktu dekat kita lakukan rehabilitasi untuk sekolah itu,” ujarnya saat ditemui, Jumat (16/10/2026).

Baca juga  Pemkab Kukar Raih WTP ke-12, Raperda Pertanggungjawaban APBD Diserahkan

Selain memperjuangkan perbaikan bangunan, Disdikbud Kukar juga menyiapkan langkah untuk membantu warga sekolah yang terdampak. Salah satunya dengan membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang kehilangan ijazah akibat terbakar.

“Kedua, kita buka pos kemarin terkait dengan pengaduan untuk masyarakat yang ijazahnya terbakar,” katanya.

Disdikbud Kukar turut memberikan kelonggaran absensi bagi guru yang menjadi korban kebakaran. Kebijakan ini diberikan agar tenaga pendidik yang terdampak dapat mengurus dan memperbaiki kondisi tempat tinggal mereka.

Sementara itu, siswa untuk sementara mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ). Pengaturan metode pembelajaran dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan setelah kebakaran, termasuk potensi gangguan kesehatan akibat asap.

Baca juga  Camat Samboja Barat Dukung IKN Sebagai Pusat Wisata Baru

“Kita berikan kelonggaran bagi guru yang terdampak itu untuk Absen di tempat, sedangkan untuk anak-anak sementara kita berlakukan PJJ,” jelasnya.

Berdasarkan hasil peninjauan, Heriansyah menyebutkan tidak ditemukan komputer sekolah yang ikut terbakar. Sejumlah kursi juga masih dapat dimanfaatkan sehingga kerusakan yang teridentifikasi terutama terjadi pada bagian bangunan.

“Kalau alat komputer yang terbakar itu tidak ada. Kursi juga masih bisa kita gunakan,” jelasnya.

Ia memastikan kegiatan sekolah direncanakan kembali berjalan mulai Senin (19/10/2026). Namun, pelaksanaan pembelajaran akan menyesuaikan kondisi di lapangan, khususnya apabila kualitas udara masih belum aman bagi siswa dan tenaga pendidik.

“Senin ini sudah berjalan, walaupun metodenya mungkin kita lihat lagi situasi dan kondisi. Kalau kondisi masih belum memungkinkan karena asap masih cukup berbahaya, kita lakukan PJJ,” ungkapnya.

Baca juga  Guru Penggerak sebagai Solusi Tantangan Pendidikan di Kukar

Terkait kebutuhan biaya, Disdikbud Kukar memperkirakan rehabilitasi bangunan SDN 021 Tenggarong memerlukan anggaran sekitar Rp2 miliar. Dana tersebut diproyeksikan untuk memperbaiki bangunan yang rusak agar dapat kembali digunakan sebagaimana mestinya.

“Kalau kerugian itu mungkin sekitar Rp2 miliar, bangunan itu kalau kita rehabilitasi kembali,” pungkasnya.

Disdikbud Kukar berharap usulan revitalisasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti sehingga fasilitas sekolah yang rusak bisa dipulihkan. Di sisi lain, keberlangsungan pembelajaran tetap menjadi perhatian agar siswa dapat melanjutkan pendidikan dengan aman selama proses pemulihan berlangsung. (Adv/Diskominfo Kukar)

Penulis: Prio Fuji Mustopa

Berita-berita terbaru