Kabaristimewa.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melantik 64 pejabat administrator, pengawas, dan fungsional di lingkungan pemerintah daerah. Pelantikan berlangsung di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Jumat (2/10/2026).
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, pelantikan tersebut merupakan bagian dari peremajaan organisasi sekaligus upaya menempatkan aparatur sesuai kompetensi dan hasil penilaian yang telah dilakukan.
“Ini merupakan sesuatu yang rutin, sesuatu yang biasa saja untuk peremajaan organisasi, sehingga pejabat-pejabat yang ada sesuai dengan kompetensinya, dan sesuai dengan penilaian yang dilakukan sebelumnya,” kata Aulia.
Ia berharap pengisian jabatan tersebut dapat memperkuat kinerja organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Para pejabat yang baru dilantik juga diminta segera beradaptasi dengan lingkungan kerja serta menjalankan tugas sesuai visi dan misi Kukar Idaman Terbaik.
“Kita berharap dengan adanya proses pengisian jabatan ini maka akan lebih meningkatkan lagi kualitas layanan kepada masyarakat, akan lebih mempercepat lagi terwujudnya Kukar Idaman Terbaik yang merupakan visi besar pembangunan Kabupaten Kutai Kartanegara 2025-2030,” ujarnya.
Menjelang akhir 2026, Aulia menekankan dua agenda utama yang harus menjadi perhatian jajaran ASN. Pertama, memastikan seluruh program dan kegiatan yang telah direncanakan pada tahun berjalan dapat direalisasikan. Kedua, mempersiapkan perencanaan program dan kegiatan untuk 2027.
Khusus bagi pejabat administrator, Aulia mengibaratkan posisi tersebut seperti playmaker dalam permainan sepak bola. Peran tersebut, menurutnya, membutuhkan kemampuan mengatur jalannya pekerjaan dan mengarahkan anggota tim agar target organisasi dapat tercapai.
“Jadi dia harus bisa memainkan perannya dengan baik di unit kerjanya, sehingga target-target kerja dan kinerja kita di tahun ini bisa tercapai,” jelasnya.
Selain mengejar target 2026, para pejabat juga diminta mulai menyiapkan perencanaan untuk tahun mendatang agar program pembangunan dapat berjalan sesuai target.
“Dan bisa merencanakan dengan baik untuk 2027 nantinya, sehingga target capaian kita di Kukar Idaman Terbaik itu bisa terlaksana dengan baik,” sambung Aulia.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kukar, Rendra Abadi, menjelaskan 64 pejabat yang dilantik terdiri atas pejabat administrator, pengawas, dan fungsional.
Untuk pejabat administrator, jabatan yang diisi di antaranya sekretaris dinas dan kepala bidang. Sedangkan pejabat pengawas mayoritas ditempatkan sebagai kepala unit pelaksana teknis (UPT).
“Kalau pejabat administratornya itu terdiri dari sekretaris dinas dan kepala bidang. Kalau untuk pengawasnya ini kebanyakan di kepala UPT dan untuk fungsionalnya sendiri ada beberapa di kantor, salah satunya di BKPSDM,” kata Rendra.
Mengenai sejumlah jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang masih kosong, Rendra menyebut BKPSDM masih melakukan penyusunan dan persiapan untuk proses pengisian. Ia membuka kemungkinan adanya pelantikan lanjutan pada Oktober 2026.
“Kita masih menyusun terus untuk persiapan nanti, insyaAllah mungkin dalam waktu dekat ini, di bulan Oktober ini akan ada pelantikan lagi,” ujarnya.
Rendra menjelaskan kekosongan jabatan dapat terjadi secara berkala seiring adanya pejabat yang memasuki masa pensiun. Karena itu, BKPSDM diarahkan untuk segera menyiapkan calon pengisi jabatan agar posisi yang kosong tidak berlangsung dalam waktu lama.
“Jadi kalau untuk jabatan itu setiap bulan pasti ada jabatan yang kosong, pasti ada yang pensiun. Jadi memang Pak Bupati menyarankan kami bahwa jangan sampai jabatan itu bisa kosong sampai lama,” pungkasnya. (Adv)
Penulis: Prio Fuji Mustopa








