Pemerintah Evaluasi Pelatihan Pengelola Kopdes dan Kampung Nelayan Usai Peserta Meninggal Dunia

admin

Kabaristimewa.id, Pemerintah memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan latihan dasar militer (latsarmil) bagi peserta program calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih setelah adanya peserta yang meninggal dunia selama mengikuti pelatihan.

Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, mengatakan setiap insiden yang terjadi akan ditangani sesuai prosedur dan menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan program ke depan dapat berjalan lebih baik. Meski demikian, pemerintah menegaskan program pemberdayaan ekonomi masyarakat tersebut tetap akan dilanjutkan.

Menurut Juri, kejadian yang menimpa peserta tidak akan menghentikan agenda strategis pemerintah dalam memperkuat koperasi desa dan kawasan nelayan. Namun aspek keselamatan, kesehatan, serta mekanisme pelatihan akan menjadi perhatian utama dalam proses evaluasi.

Baca juga  Jadi Pembicara di Hadapan Wali Kota dan Gubernur se-ASEAN, Andi Harun Beber Soal Pengendalian Banjir

Sebelumnya, sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang mengikuti pelatihan dasar militer dilaporkan meninggal dunia di lokasi pendidikan yang berbeda. Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Pertahanan, masing-masing peserta mengalami gangguan kesehatan yang berbeda sebelum akhirnya dinyatakan meninggal setelah mendapat penanganan medis.

Salah satu peserta dilaporkan meninggal akibat dugaan heat stroke atau paparan panas berlebih saat menjalani pelatihan di Kalimantan Timur. Sementara peserta lainnya meninggal karena henti jantung dan kondisi kesehatan yang diduga berkaitan dengan penyakit tertentu.

Baca juga  Anak Rentan Jadi Korban Child Grooming, Orang Tua Harus Waspada!

Peristiwa tersebut memunculkan perhatian dari berbagai pihak, termasuk anggota DPR yang meminta evaluasi terhadap metode pelatihan yang diterapkan kepada calon pengelola koperasi dan kampung nelayan. Sejumlah legislator menilai materi pelatihan sebaiknya lebih menitikberatkan pada pengelolaan usaha, manajemen koperasi, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia dibanding aktivitas fisik yang bersifat militeristik.

Di sisi lain, organisasi masyarakat sipil juga mendorong adanya transparansi dalam penyelidikan penyebab kematian peserta serta keterbukaan informasi kepada keluarga dan publik. Mereka meminta pemerintah memastikan seluruh proses pelatihan berjalan sesuai standar keselamatan dan kesehatan peserta.

Baca juga  Bumper Ikonik Tahilalats Tak Lagi Muncul di Bioskop, Penonton Nostalgia

Kementerian Pertahanan menyatakan telah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta menegaskan bahwa seluruh peserta sebelumnya telah menjalani proses seleksi dan pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pendidikan.

Ke depan, hasil evaluasi diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan sistem pelatihan agar tujuan program penguatan koperasi dan ekonomi masyarakat tetap tercapai tanpa mengabaikan aspek perlindungan peserta.

Berita-berita terbaru