Andrie Yunus Ungkap Kondisi Usai Teror Air Keras

admin

Kabaristimewa.id Aktivis Andrie Yunus akhirnya menyampaikan pernyataan publik setelah menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal. Pernyataan itu disampaikan melalui akun Instagram @kontras_update pada Kamis (2/4).

Dalam video yang direkam sehari sebelumnya, Andrie menyampaikan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak. Ia menegaskan tetap kuat menghadapi teror yang dialaminya.

“Halo kawan-kawan, terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya untuk menghadapi teror dari orang-orang yang pengecut, saya akan tetap kuat, akan tetap tegar, tentu dengan segala dukungan penuh dari kawan-kawan sekalian, a luta continua! panjang umur perjuangan!” ujarnya.

Baca juga  Program Kutai Kartanegara Beberseh Dimulai, 24 Organisasi Bersih Turap Tenggarong

Saat ini, Andrie masih menjalani perawatan intensif di ruang HCU. Pihak keluarga bersama kuasa hukum dan rumah sakit membatasi kunjungan untuk menjaga kondisi pasien.

Insiden penyiraman terjadi pada 12 Maret malam usai Andrie menghadiri diskusi di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia. Akibat kejadian itu, ia mengalami luka serius pada wajah, dada, tangan, dan mata.

Baca juga  Harga Pangan Melewati HET, Pemerintah Siap Tindak Tegas Pengusaha Nakal

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Dimas Bagus Arya, menyebut pelaku merupakan pihak tak dikenal.

Penanganan perkara kemudian diambil alih oleh Pusat Polisi Militer TNI setelah ditemukan keterlibatan anggota militer. Empat prajurit TNI telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan sejak 18 Maret 2026 di Pomdam Jaya Guntur.

Baca juga  Rano Karno Pantau Tren Mudik 2025: “Indikasi Ekonomi Berpengaruh”

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya juga mengungkap dua terduga pelaku. Namun, tidak ditemukan keterlibatan warga sipil.

Kepala Pusat Penerangan TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menyatakan para tersangka dijerat pasal penganiayaan. Proses hukum disebut berjalan terbuka dan profesional.

Hingga awal April, motif penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus masih dalam penyelidikan.

Berita-berita terbaru