Pemkab Kukar Dorong Penambahan Dokter Subspesialis di RSUD A.M. Parikesit

admin

Kabaristimewa.id Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mendorong penambahan dokter subspesialis di RSUD A.M. Parikesit Tenggarong. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, mengatakan peningkatan pelayanan kesehatan tidak hanya bergantung pada pembangunan fasilitas. Ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten, terutama dokter dengan keahlian khusus, juga menjadi faktor penting.

Menurutnya, pemenuhan tenaga medis selama ini turut didukung kerja sama antara Pemkab Kukar dan Universitas Hasanuddin. Kolaborasi tersebut telah berjalan cukup lama dan membantu daerah dalam penyediaan dokter spesialis.

Baca juga  135 Personel Disiagakan Amankan Malam Takbir di Kukar

Ia menjelaskan kerja sama itu sudah terjalin sejak awal operasional rumah sakit di Kota Bangun. Pada masa tersebut, Unhas membantu mengirimkan tenaga dokter spesialis untuk mendukung pelayanan kesehatan di daerah.

Saat ini RSUD A.M. Parikesit sebagai rumah sakit rujukan utama di Kukar memiliki 59 dokter spesialis dari berbagai bidang. Para dokter tersebut melayani masyarakat Kutai Kartanegara serta wilayah sekitarnya.

Baca juga  DPRD Kukar Soroti Kondisi Rumah Aman Korban Kekerasan

Meski demikian, pemerintah daerah menilai kebutuhan pelayanan kesehatan terus berkembang. Seiring kemajuan teknologi medis dan peningkatan fasilitas rumah sakit, kehadiran dokter subspesialis dinilai semakin diperlukan.

Aulia menyebut peralatan medis di RSUD A.M. Parikesit sudah cukup modern. Karena itu penguatan sumber daya manusia menjadi langkah berikutnya agar pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih maksimal.

Baca juga  Manfaatkan Aset Desa, Petani Desa Lung Anai Tuai Pujian

Pemerintah daerah berharap penambahan dokter subspesialis nantinya mampu meningkatkan kapasitas layanan rumah sakit. Dengan begitu lebih banyak kasus medis dapat ditangani langsung di Kukar tanpa harus merujuk pasien ke luar daerah.

Langkah tersebut diharapkan mempercepat penanganan pasien sekaligus mengurangi beban biaya dan perjalanan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

Berita-berita terbaru