Kementerian ESDM: Medan Ekstrem di Sumatera Bikin Perbaikan Tower Listrik Berulang Kali Gagal

admin

Aliran listrik dan akses internet belum kembali pulih di Sumatera. Foto/Arsip Polda Sumut

Kabaristimewa.id – Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ahmad Erani Yustika, menyampaikan bahwa pemulihan jaringan listrik di kawasan bencana di Sumatra hingga kini masih menemui banyak hambatan. Ia mengatakan sejumlah fasilitas penting sudah mendapatkan prioritas, meski perbaikan menyeluruh belum tercapai. Kondisi cuaca ekstrem menjadi salah satu tantangan utama. Kerusakan infrastrukur juga membuat proses perbaikan berjalan lambat.

Melalui upaya intensif, Kementerian ESDM bersama PT PLN (Persero) terus berusaha mempercepat perbaikan jaringan listrik. Erani menjelaskan bahwa beberapa tower listrik yang telah diperbaiki kembali roboh akibat hujan dan longsor. “Ada beberapa yang sudah dipasang jaringan kembali tapi tiba-tiba hujan, longsor kembali, roboh kembali,” ujarnya. Hal ini menyebabkan proses pemulihan harus dilakukan berulang kali.

Baca juga  Keterlambatan Pengesahan APBD Pengaruhi Penyaluran Bonus Atlet Papua

Material pembangunan tower, menurut Erani, telah dikirim sejak hari pertama bencana dari Jakarta ke lokasi terdampak. PLN juga menggunakan berbagai moda transportasi, termasuk helikopter, untuk menembus wilayah yang sulit dijangkau. Ia menuturkan, “Setiap hari helikopter macam-macam itu setiap hari sejak hari pertama. Apa saja dilakukan untuk bisa menerobos daerah itu sejak hari pertama tadi itu.” Meski begitu, akses listrik belum dapat dipulihkan sepenuhnya.

Walaupun berbagai upaya telah dilakukan sejak awal, pasokan listrik yang kembali menyala belum setara dengan kondisi normal. “Hal semacam itu tapi seharusnya dengan upaya yang intensif dari PLN sejak hari pertama itu listrik sudah ini sudah bisa diberikan aksesnya tapi memang belum dalam jumlah seperti yang semula,” tutur Erani. Ia menegaskan bahwa keterbatasan medan menjadi penghambat utama. Kondisi geografis memperlambat proses pendistribusian material pendukung.

Baca juga  Terungkap! 3 Biang Kerok Banjir Tapanuli Selatan yang Bikin Lingkungan Kritis

Prioritas pemulihan, kata Erani, tetap diberikan kepada masyarakat yang paling terdampak dan fasilitas vital seperti rumah sakit. Ia mengakui tantangan berat yang dihadapi tim di lapangan. “Ya yang diutamakan itu bagi warga yang betul-betul terdampak langsung itu. Kini medannya memang luar biasa ya,” katanya. Kondisi ini memerlukan respons cepat tanpa mengabaikan keselamatan petugas.

Selain listrik, suplai bahan bakar minyak (BBM) juga mulai mengalir ke daerah bencana. Sekjen ESDM menjelaskan bahwa seluruh wilayah terdampak telah menerima pasokan meski volumenya belum dapat memenuhi kebutuhan total. Distribusi BBM di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat masih berjalan secara bertahap. Pertamina Patra Niaga harus menghadapi jalur yang terputus dan medan licin.

Baca juga  Peninjauan Ria Ricis di Aceh–Sumut–Sumbar: Rumah Hanyut hingga Bantuan Minim

Erani menyebut distribusi BBM dilakukan sesuai kemampuan armada dan kondisi di lapangan. “Secara umum sebetulnya sudah tapi dalam beberapa hal kan jumlahnya belum bisa sebanyak yang kita harapkan karena situasi medannya ya. Tapi itu akan terus ditambah,” ujarnya. Pemerintah memastikan penyaluran akan terus diperkuat. Peningkatan volume dilakukan secara berkala menyesuaikan aksesibilitas jalur.

Kementerian ESDM memastikan koordinasi dengan berbagai pihak terus berjalan untuk memulihkan layanan energi. Pemulihan listrik dan distribusi BBM dilakukan sebagai langkah mendukung aktivitas warga terdampak bencana. Pemerintah menilai percepatan penanganan penting agar pemulihan sosial ekonomi dapat berlangsung lebih cepat. Upaya di lapangan terus dilakukan meski tantangannya berat.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/6229763/listrik-belum-menyala-di-wilayah-terdampak-bencana-sumatera-ini-kendalanya?page=2

Berita-berita terbaru