Kabaristimewa.id, Kutai Kartanegara – Proses pembenahan berbagai fasilitas olahraga di Kutai Kartanegara dipastikan tidak dapat dilakukan secara serentak. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Syafliansyah, saat menanggapi kondisi sejumlah venue milik pemerintah daerah. Ia menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi alasan utama perbaikan harus dijalankan secara bertahap.
Menurutnya, pemantauan rutin terhadap seluruh venue tetap dilakukan Dispora. Namun banyaknya jumlah aset membuat instansi tidak dapat sekaligus melaksanakan seluruh perbaikan. “Kita selalu berusaha melihat kondisi semua venue, tapi tidak bisa dikerjakan sekaligus. Jumlah aset kita banyak dan pembiayaannya tidak murah,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).
Ia mencontohkan pekerjaan perbaikan keretakan yang sempat dilakukan sebelumnya. Proses tersebut, kata dia, membutuhkan biaya besar sehingga tidak memungkinkan dilakukan bersamaan dengan penanganan venue lainnya. Syafliansyah menegaskan bahwa tahapan ini harus dijalankan agar penggunaan anggaran tetap terkendali. “Perbaikan kemarin saja biayanya besar. Pembiayaan rehab itu memang tidak murah, sehingga harus bertahap,” tegasnya.
Terkait kualitas fasilitas, ia menyebut beberapa venue di Kukar sudah memenuhi standar nasional. Kolam renang daerah bahkan telah dipakai dalam sejumlah kejuaraan provinsi dan akan kembali digunakan untuk event tingkat nasional pada Desember mendatang. “Kolam renang kita sudah standar nasional. Itu sebabnya dipakai lagi Desember nanti untuk kejuaraan tingkat nasional,” ungkapnya.
Meski demikian, Dispora masih mencatat beberapa kekurangan pada fasilitas penunjang kolam renang. Syafliansyah mengakui bahwa area seperti ruang pendukung dan sarana umum belum sepenuhnya optimal. Kendati begitu, selama kolam utama tetap layak digunakan, venue tersebut dinilai masih memenuhi syarat. “Kalau kolamnya tidak bisa dipakai tentu tidak mungkin dipakai di sini. Tapi kekurangan seperti WC atau tempat duduk pasti ada dan sudah jadi catatan kami,” jelasnya.
Dispora juga sedang mengevaluasi kondisi beberapa venue lain, termasuk Stadion Aji Imbut. Ia menyampaikan bahwa kondisi rumput stadion menjadi perhatian karena tingkat pemakaian yang tinggi setiap hari. “Rumput itu dirawat, tapi kalau setiap hari dipakai latihan tentu ada pengaruhnya. Orang sering tanya kenapa bagian sebelah bagus, ya karena yang dipakai latihan sebelahnya,” katanya.
Mengenai kebutuhan anggaran, ia menegaskan bahwa perhitungan biaya harus melalui proses perencanaan teknis terlebih dahulu. Tim perencana akan menentukan besaran estimasi pembiayaan setiap aset sebelum diajukan lebih lanjut. “Itu ada hitung-hitungan tim perencana. Saya tidak hafal nominalnya, tapi pasti dihitung dulu estimasinya,” pungkasnya./(nsh)








