Kabaristimewa.id Nusa Tenggara Timur – Yustina Yuniarti, guru honorer asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, kini mulai merasakan manfaat tunjangan profesi guru sebesar Rp2 juta yang diterimanya sejak Januari 2025.
Guru SD Kristen Wukur itu mengaku tunjangan tersebut sangat membantu kebutuhan hidup keluarganya. Sebagian dana juga digunakan untuk membantu biaya kuliah adik-adiknya.
Seperti dilansir dari Kompascom, Yustina telah mengabdi sebagai guru honorer selama 11 tahun. Dalam menjalankan tugasnya, ia bahkan harus berjalan kaki sejauh enam kilometer menuju sekolah. Selama bertahun-tahun, penghasilannya berasal dari sumbangan orang tua murid.
Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas perhatian terhadap kesejahteraan para guru, khususnya guru non ASN yang bertugas di daerah dengan keterbatasan fasilitas.
“Saya bersyukur karena sudah menerima tunjangan profesi guru sejak Januari 2025 hingga sekarang. Tunjangan ini sangat bermanfaat bagi saya dan keluarga. Selain membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tunjangan ini juga saya gunakan untuk membantu orang tua membiayai kuliah adik-adik saya,” ujarnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Prabowo Subianto dan Abdul Mu’ti atas program tunjangan profesi guru yang dinilai sangat membantu para tenaga pendidik.
Sementara itu, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menegaskan pemerintah terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan guru melalui berbagai kebijakan afirmatif.
Menurutnya, pemerintah terus memperkuat perlindungan dan kesejahteraan guru, termasuk bagi tenaga pendidik di wilayah 3T atau tertinggal, terdepan, dan terluar.
Nunuk mengatakan kisah perjuangan guru di lapangan menjadi pengingat penting bahwa pendidikan dibangun dari dedikasi dan pengabdian para guru. Karena itu, pemerintah terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah agar hak para guru dapat terpenuhi secara optimal.
Pada 2025, pemerintah menyalurkan Tunjangan Profesi Guru non ASN sebesar Rp10,9 triliun kepada sekitar 396 ribu guru penerima. Sementara pada 2026, anggaran tersebut meningkat menjadi Rp11,5 triliun untuk sekitar 392 ribu guru.
Untuk guru ASN, realisasi penyaluran TPG pada 2025 mencapai Rp67,3 triliun bagi sekitar 1,48 juta guru di seluruh Indonesia. Sedangkan pada 2026, pemerintah menyiapkan anggaran Rp72,2 triliun untuk 1,68 juta guru ASN.
Kemendikdasmen menegaskan peningkatan kualitas pendidikan nasional harus berjalan seiring dengan kesejahteraan dan penghargaan yang layak bagi guru sebagai garda terdepan pendidikan bangsa.
Sumber: Kompas.com








