Kabaristimewa.id KUTAI KARTANEGARA – Isu mobil dinas senilai Rp8,5 miliar kembali menjadi sorotan setelah Presiden RI, Prabowo Subianto, menyinggung penggunaan kendaraan mewah oleh kepala daerah di Kalimantan Timur.
Sorotan tersebut mengarah kepada Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, yang sebelumnya menjadi perhatian publik terkait rencana pengadaan kendaraan dinas dengan nilai tinggi.
Prabowo membandingkan fasilitas pejabat daerah dengan kendaraan operasional presiden yang menggunakan Maung, produksi dalam negeri dengan harga sekitar Rp1 miliar. Ia menekankan pentingnya efisiensi anggaran dalam penggunaan fasilitas jabatan.
Menanggapi hal itu, Rudy memastikan pengembalian kendaraan dinas telah dilakukan lebih awal. Mobil tersebut dikembalikan pada 2 Maret 2026 dan administrasi selesai pada 11 Maret.
Ia menjelaskan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan aspirasi masyarakat serta kondisi daerah, bukan semata karena sorotan nasional.
Rudy juga mengapresiasi masyarakat yang aktif memberikan kritik dan masukan. Ia menegaskan pemerintah daerah terbuka terhadap saran untuk perbaikan kebijakan.
Lebih lanjut, anggaran pengadaan kendaraan dialihkan ke sektor prioritas. Fokus diarahkan pada pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, serta kegiatan sosial.
Dalam menjalankan tugas, Rudy mengaku menggunakan kendaraan yang tersedia maupun kendaraan pribadi. Ia juga kerap mengemudi sendiri saat turun ke lapangan untuk melihat kondisi secara langsung.
Di akhir pernyataannya, Rudy menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat jika kebijakan sebelumnya menimbulkan ketidaknyamanan, sekaligus mengajak publik mengawal pembangunan di Kalimantan Timur.








