kabaristimewa.id, SANTAN ILIR – Kehadiran jembatan kayu di kawasan muara sungai RT 06, Desa Santan Ilir, kini membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat setempat, khususnya para nelayan. Infrastruktur tersebut memudahkan warga menjangkau perahu dan kapal yang digunakan untuk melaut, sekaligus mengurangi kesulitan yang selama ini mereka hadapi.
Sebelum jembatan dibangun, warga harus mencari cara untuk menyeberangi muara sungai agar bisa mencapai kapal mereka. Sebagian nelayan terpaksa menggunakan perahu kecil, bahkan berenang, demi melanjutkan aktivitas mencari nafkah.
Ranto, salah seorang warga RT 06, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut telah lama menjadi kendala bagi masyarakat pesisir. Menurutnya, akses menuju kapal merupakan kebutuhan penting bagi nelayan yang setiap hari menggantungkan penghasilan dari hasil laut.
Ia pun menyampaikan rasa syukur atas pembangunan jembatan yang kini dapat dimanfaatkan warga. Baginya, keberadaan fasilitas tersebut menjadi solusi atas kesulitan yang sebelumnya harus dihadapi setiap kali hendak melaut.
Pembangunan jembatan ini bermula dari aspirasi para nelayan yang disampaikan kepada Hj. Madinah, perwakilan anggota dewan dari daerah tersebut. Setelah menerima keluhan masyarakat mengenai sulitnya akses penyeberangan, ia kemudian mengawal usulan pembangunan melalui jalur aspirasi.
Hj. Madinah mengatakan, persoalan akses menuju kapal menjadi salah satu kebutuhan yang disampaikan langsung oleh para nelayan. Aspirasi tersebut kemudian ditindaklanjuti hingga pembangunan jembatan dapat direalisasikan.
Ia juga meninjau langsung kondisi jembatan yang telah selesai dibangun dan mulai digunakan masyarakat. Hj. Madinah berharap infrastruktur tersebut dapat memberikan manfaat bagi warga secara luas serta menjadi langkah awal bagi realisasi program-program lain yang dibutuhkan masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini bisa kita realisasikan dan kita rasakan bersama. Mudah-mudahan manfaat program ini bisa dirasakan untuk semua dan bisa terus kita lanjutkan di program-program yang lain,” ujarnya.
Bagi masyarakat RT 06, pembangunan jembatan ini tidak hanya memberikan kemudahan dalam beraktivitas, tetapi juga menjadi bentuk perhatian terhadap kebutuhan nelayan. Ranto menilai dukungan yang diberikan melalui aspirasi anggota dewan tersebut turut membantu masyarakat dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.
Ia menyebutkan, bantuan yang diterima masyarakat tidak terbatas pada pembangunan jembatan, tetapi juga mencakup sejumlah kegiatan lain yang dinilai mendukung peningkatan perekonomian warga Desa Santan Ilir.
Dengan tersedianya jembatan penghubung tersebut, nelayan kini memiliki akses yang lebih mudah untuk menuju kapal sebelum berangkat melaut. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan dapat mendukung kelancaran aktivitas masyarakat pesisir sekaligus membantu mereka menjalankan pekerjaan dengan lebih aman dan nyaman.
Pembangunan jembatan di RT 06 Desa Santan Ilir menjadi gambaran pentingnya pembangunan infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Melalui penyaluran dan pengawalan aspirasi, fasilitas sederhana tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi aktivitas serta perekonomian warga setempat. (Adv)
Penyunting: N F








