Kabaristimewa.id, Kutai Kartanegara – Di Hotel Fatma, Kamis (14/8/2025), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara resmi menutup pelatihan “AI in The Classroom” yang telah berlangsung selama tiga hari. Pelatihan ini menyasar 32 guru dan tenaga kependidikan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD hingga pendidikan kesetaraan. Mereka merupakan anggota aktif dari komunitas belajar Kukar Pintar Idaman.
Pujianto, Plt Sekretaris Disdikbud Kukar, menyampaikan apresiasinya dalam penutupan kegiatan tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada narasumber SEAMOLEC, Ozi, atas dedikasi dan ketekunan selama mendampingi para peserta. “Terima kasih kepada Mas Oji yang tanpa lelah membimbing peserta. Semoga pengetahuan ini menjadi bekal penting untuk meningkatkan kompetensi,” tuturnya.
Ia menilai bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari transformasi digital di bidang pendidikan yang tengah digenjot di Kukar. Dengan posisi Kukar yang strategis dan berdekatan dengan Ibu Kota Negara (IKN), transformasi ini menjadi langkah tepat. “Dengan infrastruktur yang memadai, kita juga perlu guru yang siap memanfaatkannya. Itulah pentingnya pelatihan ini,” ujarnya.
Pujianto juga menjelaskan bahwa pelatihan ini adalah hasil kolaborasi melalui program Si Molek bersama SEAMOLEC. Ia menyebut bahwa Kukar saat ini memiliki jumlah perangkat Chromebook terbanyak di Indonesia. Bahkan, Google telah mengakui keberadaan komunitas seperti KSRG dan SRG sebagai model pembelajaran nasional.
Meskipun waktu pelatihan dirasa singkat oleh sebagian peserta, mayoritas tetap antusias dan mendapatkan banyak wawasan baru. “Ini baru langkah awal. Ke depan, kerja sama seperti ini akan terus dikembangkan,” tegas Pujianto, optimis. Ia juga berharap semangat belajar ini bisa ditularkan ke komunitas seperti IGTKI, HIMPAUDI, dan forum pendidikan kesetaraan.
Sementara itu, narasumber dari SEAMOLEC, Ozi, mengaku bahwa materi yang diberikan masih dalam tahap pengenalan. Menurutnya, masih banyak topik lanjutan yang dapat dieksplorasi lebih dalam. “Bisa dibilang ini baru pemanasan. Ke depan, kami siap memberikan materi yang lebih detail dan mendalam,” katanya.
Kegiatan ini menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi lintas institusi untuk menghadirkan inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan adanya pelatihan seperti ini, guru di daerah diharapkan mampu mengimbangi tantangan global dalam pendidikan digital.
Penutupan pelatihan ini menjadi titik awal dari upaya jangka panjang Disdikbud Kukar dalam memperluas literasi AI di lingkungan sekolah. Para guru kini diharapkan bisa menjadi penggerak transformasi digital di masing-masing satuan pendidikan mereka.
Adv/DiskominfoKukar








