Kabaristimewa.id, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara memastikan bahwa seluruh peserta yang lolos verifikasi Beasiswa Kukar Idaman tahun 2025 akan tetap mendapatkan bantuan. Langkah ini diambil menyusul lonjakan jumlah peserta yang memenuhi syarat. “Dari kuota awal 1.348, yang lolos justru 4.015. Kami berkomitmen memfasilitasi semuanya,” ujar Kepala Bagian Kesra, Dendi Irwan Fahriza.
Awalnya, Pemkab Kukar hanya menganggarkan bantuan untuk 1.348 penerima, sesuai alokasi APBD 2025. Namun hasil verifikasi dan validasi menunjukkan bahwa peserta yang memenuhi syarat mencapai tiga kali lipat dari kuota tersebut. Dendi menegaskan bahwa Pemkab tidak akan mencoret peserta yang lolos karena telah memenuhi seluruh ketentuan.
Demi menyesuaikan jumlah penerima, nominal bantuan kemudian dibagi secara proporsional. Untuk jenjang D4/S1 misalnya, awalnya Rp5 juta diberikan kepada 867 orang, kini menjadi Rp1,6 juta untuk 2.955 orang. Kebijakan ini juga berlaku untuk jenjang S2, S3, siswa SMA, dan peserta dari pondok pesantren.
Dendi menyatakan bahwa langkah ini bukan bentuk pemangkasan, melainkan penyesuaian agar semua yang berhak tetap menerima. “Anggaran tetap sesuai APBD. Kami tidak mungkin membatalkan mereka yang sudah memenuhi syarat,” ucapnya. Penyesuaian ini dianggap langkah paling adil di tengah keterbatasan dana.
Proses seleksi beasiswa ini, menurut Dendi, dilakukan secara ketat dan bertahap. Berkas seperti surat keterangan aktif, KHS, akreditasi kampus, dan indeks prestasi menjadi penilaian utama. Dari sekitar 9.000 pendaftar, hanya 4.015 yang benar-benar lolos verifikasi.
“Menolak mereka akan menimbulkan masalah. Kami memilih tetap memberikan bantuan, meski harus dibagi proporsional,” jelas Dendi dalam pernyataannya. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga keadilan dan transparansi dalam sistem distribusi beasiswa.
Pemkab Kukar berjanji akan mengevaluasi program beasiswa ini ke depannya. Menurut Dendi, perhitungan bantuan dan kuota tahun depan akan dibuat lebih matang agar tidak terjadi ketimpangan lagi. “Tahun depan, perhitungannya akan lebih matang. Ini pelajaran penting bagi kita semua,” tuturnya.
Dengan langkah ini, Pemkab Kukar berharap sistem beasiswa semakin inklusif dan merata. Masyarakat diharapkan tetap mendukung program ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan
Adv/DiskominfoKukar








