ProASN Digelar, Pemkab Kukar Petakan Kompetensi Pejabat

admin

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kukar, Rendra Abadi

Kabaristimewa.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mulai memperkuat pemetaan kompetensi dan potensi pejabat melalui Program Penilaian Kompetensi Aparatur Sipil Negara (ProASN).

Program tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkab Kukar dalam memperkuat penerapan manajemen talenta ASN di lingkungan pemerintah daerah. Pelaksanaan ProASN dijadwalkan berlangsung pada 6–7 Oktober 2026 di Ruang Digital University milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar, Kompleks Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang.

Peserta program diwajibkan bagi seluruh pejabat Eselon II, III, dan IV, termasuk pejabat yang baru saja dilantik.

Baca juga  Sunggono: Malam Penuh Cahaya Nuzulul Qur’an di Tenggarong

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kukar, Rendra Abadi, menjelaskan ProASN menjadi salah satu instrumen untuk mengukur sekaligus meningkatkan kompetensi dan potensi aparatur.

Menurutnya, peserta tidak mengikuti program dengan mendaftarkan diri secara mandiri. BKPSDM akan memanggil langsung pejabat yang masuk dalam sasaran pelaksanaan ProASN.

“Jadi kita memanggil para pejabat Eselon IV, Eselon III, bahkan Eselon II, apalagi yang baru dilantik kemarin untuk peningkatan kompetensi, dan ini kami wajibkan,” ujar Rendra, Kamis (1/10/2026).

Ia menambahkan, pelaksanaan ProASN tahun ini tidak hanya menyasar pejabat yang baru menempati posisi tertentu. Pejabat yang belum pernah mengikuti penilaian serupa juga menjadi bagian dari peserta.

Baca juga  Karya Bakti dan Pembangunan Desa Digital di Latsitarda Kukar

“Posisinya adalah untuk meningkatkan kompetensi dan potensi yang dimiliki para pejabat, baik yang baru dilantik maupun yang belum pernah melaksanakan ProASN,” jelasnya.

Hasil penilaian tersebut nantinya akan menjadi salah satu bagian dalam upaya Pemkab Kukar meningkatkan nilai manajemen talenta ASN yang terus dikembangkan pemerintah daerah.

Dari sisi pelaksanaan, ProASN tahun ini juga memiliki perbedaan dibandingkan tahun sebelumnya, khususnya pada jumlah soal yang harus diselesaikan peserta. Jika sebelumnya peserta mengerjakan sekitar 400 soal, tahun ini jumlahnya meningkat menjadi sekitar 700 soal.

Baca juga  15 Ton Beras Ludes Dalam Sekejap, Warga Kukar Rela Antri Panjang di Pasar Murah

“Biasanya untuk soalnya saja itu tahun-tahun sebelumnya sekitar 400 soal, untuk tahun ini sekitar 700 soal,” ungkap Rendra.

Rendra berharap seluruh pejabat yang menjadi peserta dapat mempersiapkan diri dan mengikuti setiap tahapan ProASN dengan baik. Ia juga memastikan dirinya sebagai Kepala BKPSDM Kukar akan turut mengikuti program penilaian tersebut. (Adv)

Penulis: Prio Fuji Mustopa

Berita-berita terbaru