Kabaristimewa.id Gorontalo – Gempa bumi tektonik terjadi di kawasan Teluk Tomini, tepatnya di perairan barat laut Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, pada Kamis 22 Januari 2026 pukul 06.44 Wita. Informasi resmi BMKG menyebutkan gempa tercatat berkekuatan magnitudo 5,1.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Gorontalo Andri Wijaya menjelaskan pusat gempa berada di koordinat 0,24 derajat Lintang Selatan dan 122,70 derajat Bujur Timur. Lokasinya berada di laut, sekitar 31 kilometer timur laut Pulau Puah, Sulawesi Tengah. Gempa terjadi pada kedalaman 79 kilometer.
Menurut Andri, karakteristik kedalaman dan lokasi menunjukkan gempa termasuk kategori gempa menengah. Peristiwa ini dipicu oleh aktivitas deformasi batuan pada lempeng Sangihe yang berada di bawah Teluk Tomini.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki pola pergerakan naik atau thrust fault. Meski demikian, BMKG memastikan gempa ini tidak menimbulkan potensi tsunami.
Getaran dirasakan di sejumlah wilayah, antara lain Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo Utara, dan Kabupaten Bone Bolango. Intensitas berada pada skala II hingga III MMI. Getaran dirasakan jelas di dalam rumah.
Hingga pukul 07.10 Wita, BMKG belum mencatat adanya gempa susulan. Situasi terpantau stabil.
Di Kota Gorontalo, sebagian warga sempat panik saat merasakan guncangan. Sejumlah warga keluar rumah dan menunggu di halaman atau tepi jalan sebagai langkah antisipasi. Salah satu warga, Siti Rahma, mengatakan guncangan terasa cukup kuat sehingga ia langsung mengajak anggota keluarga keluar rumah.
Kondisi cuaca mendung sejak sehari sebelumnya membuat warga semakin terkejut saat gempa terjadi. Setelah situasi dinilai aman, warga kembali ke rumah dan melanjutkan aktivitas pagi seperti biasa.








