Kabaristimewa.id – Gempa bermagnitudo 7,6 mengguncang wilayah pantai Pasifik Jepang pada Senin malam dan menimbulkan gelombang tsunami hingga 40 sentimeter. Guncangan kuat terjadi sekitar pukul 21.34 waktu setempat dan terasa luas hingga Sapporo. Badan Meteorologi Jepang langsung mengeluarkan peringatan tsunami setelah kejadian tersebut. Kondisi ini memaksa otoritas untuk meningkatkan kewaspadaan di sejumlah daerah pesisir.
Menurut laporan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa terjadi di lepas pantai Misawa pada kedalaman 53 kilometer. Badan meteorologi Jepang mencatat dua gelombang tsunami pertama yang melanda Aomori dan Hokkaido. “Kedua gelombang berukuran 40 sentimeter,” demikian keterangan badan tersebut. Media lokal juga mengabarkan bahwa beberapa orang mengalami luka akibat pecahan kaca.
NHK menayangkan kesaksian warga yang merasakan guncangan horizontal hingga 30 detik. Seorang karyawan hotel di Hachinohe melaporkan adanya korban luka, dengan rekaman yang memperlihatkan kerusakan ringan di jalan. Alarm peringatan gempa bahkan berbunyi di berbagai ponsel warga Sapporo. Reporter NHK menyebut dirinya tidak dapat berdiri tegak ketika guncangan berlangsung.
Pada Selasa dini hari, pemerintah Jepang kemudian mencabut peringatan tsunami setelah kondisi dinilai lebih stabil. Sebelumnya, gelombang setinggi 70 sentimeter sempat tercatat oleh badan meteorologi. Meski begitu, otoritas tetap meminta warga waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Evaluasi dampak terus dilakukan di berbagai wilayah.
Transportasi menjadi sektor yang terdampak signifikan akibat gempa tersebut. East Japan Railway Company menghentikan sementara layanan Tohoku Shinkansen antara Stasiun Fukushima dan Shin-Aomori. Tiga kereta dilaporkan berhenti di tengah perjalanan karena pemeriksaan rel harus dilakukan. Hingga saat ini, perusahaan belum dapat memastikan kapan layanan kembali normal.
Gangguan juga terjadi pada jalur utama Tohoku di Prefektur Iwate, dengan dua kereta melakukan pemberhentian darurat. Di Hokkaido, Bandara New Chitose melakukan pemeriksaan pada kedua landasan pacu. All Nippon Airways dan Japan Airlines tetap berencana beroperasi normal pada Selasa. Sementara itu, penutupan sementara beberapa ruas jalan tol menyebabkan potensi kemacetan.
Sebagai respons atas situasi tersebut, pemerintah Jepang membentuk satuan tugas di kantor perdana menteri pada pukul 23.16. Perdana Menteri Takaichi Sanae menginstruksikan penyampaian informasi dan langkah evakuasi secara cepat kepada publik. Ia meminta seluruh instansi melakukan pencegahan bahaya secara menyeluruh. Penilaian tingkat kerusakan juga diminta dipercepat.
Kepala Sekretaris Kabinet Kihara Minoru menambahkan bahwa upaya pencegahan bencana difokuskan pada penyelamatan warga. Ia menegaskan bahwa polisi, pemadam kebakaran, Pasukan Bela Diri, dan Penjaga Pantai memimpin proses penanganan. Pemerintah, ujarnya, terus memantau perkembangan situasi. Prioritas dijalankan untuk memastikan keselamatan masyarakat.








