Kabaristimewa.id – Ria Ricis menyampaikan kondisi terkini dari wilayah terdampak banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat setelah ia kembali menjalankan misi kemanusiaan. Bersama Dompet Dhuafa, ia melihat langsung berbagai titik yang mengalami kerusakan. Dari hasil kunjungannya, ia menilai situasi di lapangan masih belum stabil. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat ditemui di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu malam.
Menurut Ria Ricis, kondisi masyarakat yang terdampak belum sepenuhnya pulih. Ia menuturkan bahwa berbagai lokasi masih berada dalam keadaan kritis. Ia mengatakan, “Alhamdulillah bareng Dompet Dhuafa dan seperti yang kita tahu di sana juga ternyata kondisinya masih amat sangat kritis ya.” Kondisi tersebut membuat pihaknya merasa perlu menyampaikan situasi yang sebenarnya.
Selama kunjungannya, Ria mendapati banyak warga kehilangan rumah hingga anggota keluarga mereka. Ia menyampaikan bahwa sebagian masyarakat memang telah merasakan surutnya banjir, tetapi tidak sedikit yang masih menderita kerusakan berat. “Kalau orang-orang bilang sebagian sudah surut, sebagian sudah selesai, memang sudah sebagian. Tapi waktu kita keliling, masih banyak yang rumahnya hanyut, keluarganya hilang,” ujarnya.
Ria juga menjelaskan bahwa akses jalur darat menjadi kendala utama bantuan tidak dapat segera masuk. Kondisi banjir membuat perjalanan semakin terhambat sejak ia tiba di bandara. Ia mengungkapkan kesulitannya, “Rintangannya jalur darat aja sih. Dari turun pesawat, banjirnya sangat sulit dilewati. Kemarin pakai mobil pun susah banget.”
Selain kerusakan permukiman dan akses yang sulit, warga di sejumlah wilayah juga belum mendapatkan fasilitas dasar. Listrik dan air bersih masih belum dapat dinikmati masyarakat. Menurut pengakuannya, bantuan yang tiba di lokasi juga masih sangat terbatas.
Dalam pernyataannya, ia menyoroti kebutuhan pokok untuk anak-anak yang belum terpenuhi. Kondisi ini menyebabkan banyak keluarga yang terpaksa bertahan dengan persediaan seadanya. Ia berharap situasi ini dapat segera mendapat perhatian lebih luas.
Ria menegaskan bahwa kondisi yang ia lihat secara langsung masih jauh dari kata pulih. Dengan minimnya akses, terbatasnya bantuan, dan belum berfungsinya fasilitas vital, ia meminta semua pihak untuk bersama-sama mempercepat penanganan. “Bahkan listrik masih belum ada, air bersih belum ada. Bantuan di daerah yang kita datangin masih amat sangat minim,” ujarnya.








