Kabaristimewa.id, Kutai Kartanegara – Di Balai Pertemuan Umum (BPU) Tenggarong, Kamis (21/8/2025), Dinas Koperasi UKM Kutai Kartanegara (DiskopUKM Kukar) bersama DPPKUKM Provinsi Kalimantan Timur menggelar sosialisasi bertajuk Membangun Kolaborasi dan Kemandirian UMKM. Kegiatan ini menjadi momentum awal untuk mengonsolidasikan serta membina pengurus dan pengawas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) yang baru diresmikan secara nasional pada 1 Juli lalu.
Taufiq Zulfiannur selaku Plt Kepala DiskopUKM Kukar menyampaikan sambutannya dengan penuh optimisme. Ia menekankan pentingnya koperasi dalam mengembangkan potensi desa sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah. “Alhamdulillah baru hari ini pemerintah provinsi dan kabupaten bisa bertemu langsung dengan bapak-ibu sekalian untuk pembinaan terkait koperasi desa merah putih,” ucapnya.
Dalam kegiatan tersebut, turut dipamerkan kerajinan hasil daur ulang sampah sebagai contoh potensi usaha berbasis lingkungan. Menurut Taufiq, peluang seperti ini bukan hanya menjawab isu lingkungan, tetapi juga bisa menjadi sumber penghasilan masyarakat. Ia menambahkan bahwa pelatihan ini akan berlanjut dalam bentuk pendampingan aktif di kecamatan-kecamatan.
“Silakan kepala desa dan koperasi ikut terlibat, karena kami akan mendampingi bersama komunitas koperasi,” ungkapnya. Ia berharap agar pemerintah desa bisa mengambil peran aktif dalam mendukung jalannya program ini. Partisipasi lokal dinilai penting untuk menjamin keberhasilan koperasi ke depan.
Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih, dalam kesempatan yang sama menekankan perlunya koperasi dipahami sebagai badan usaha yang harus dikelola secara profesional. “Koperasi tidak hanya lembaga, tapi badan usaha yang diharapkan membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” tegasnya. Ia juga mengingatkan pengurus agar mampu memetakan jenis usaha yang tepat bagi wilayahnya.
Heni menyampaikan bahwa pemerintah provinsi bersama pemkab akan mendampingi dari awal hingga koperasi siap beroperasi penuh. Proses pendampingan akan mencakup perencanaan bisnis, pencarian mitra strategis seperti BUMN dan BUMD, hingga membuka peluang ekspor. “Targetnya, 28 November nanti semua koperasi bisa beroperasi penuh,” jelasnya.
Antusiasme peserta yang hadir pun menjadi sorotan. Dari semula hanya diundang dua perwakilan per koperasi, jumlah peserta yang hadir justru jauh melampaui ekspektasi. “Ini menunjukkan semangat kawan-kawan di desa untuk memulai usaha,” ungkap Taufiq.
Menurut Taufiq, kehadiran pelaku usaha besar seperti eksportir, BUMN, hingga pengelola sampah di kegiatan ini bertujuan memberikan inspirasi dan panduan praktis. Fokus utama tetap diarahkan pada potensi desa yang dapat bersaing di pasar lokal hingga internasional. “Koperasi bisa bersaing bahkan sampai ke ekspor,” tambahnya yakin.
Dengan kerja sama yang solid antarinstansi, pemerintah berharap koperasi desa/kelurahan di Kukar dapat menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat. Kemandirian UMKM di tingkat lokal akan menjadi pondasi penting dalam menciptakan kesejahteraan yang merata di seluruh wilayah Kutai Kartanegara.
Adv/DiskominfoKukar








