Nelayan Masih Jadi Tulang Punggung, Infrastruktur Dasar Butuh Penyempurnaan di Kota Bangun Sebrang

admin

Kapal nelayan Desa Kota Bangun Sebrang untuk mendukung mata pencaharian masyarakat

Kabaristimewa.id, Kutai Kartanegara – Desa Kota Bangun Sebrang masih bergantung besar pada sektor perikanan sebagai penggerak utama roda ekonomi masyarakat. Kepala Desa, Yusuf, menyampaikan bahwa sebagian besar warga menggantungkan penghasilan dari aktivitas di sungai. Peralatan seperti mesin, perahu, dan alat tangkap menjadi kebutuhan mendasar untuk mendukung mata pencaharian tersebut.

Yusuf mengungkapkan bahwa dukungan pemerintah melalui bantuan pokok pikiran dewan sangat membantu keberlangsungan usaha nelayan. “Alhamdulillah ada bantuan dari pokok pikiran dewan, seperti mesin dan perahu. Itu sangat membantu nelayan kita,” katanya pada Jumat (12/9/2025). Namun, ia menyayangkan bahwa sebagian besar usaha masih bersifat mandiri dan belum terorganisir secara kolektif.

Baca juga  Dispar Kukar Dorong Wisata Sejarah Sangasanga dengan Event dan Promosi Digital

Menurutnya, agar pendapatan nelayan tetap stabil, diperlukan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak. Ia menekankan bahwa bantuan alat tangkap dan sarana produksi sebaiknya tidak hanya diberikan sekali, tetapi dirancang sebagai program jangka panjang. Yusuf percaya bahwa nelayan yang berdaya akan menciptakan desa yang lebih kuat secara ekonomi.

Sementara itu, perhatian pemerintah desa juga tertuju pada persoalan infrastruktur dasar. Salah satu isu yang mencuat adalah efektivitas bantuan tandon air. Yusuf menjelaskan bahwa banyak warga harus menaruh tandon di bawah kolong rumah karena tidak tersedia penyangga. “Banyak warga akhirnya menaruh tandon di bawah kolong rumah. Kalau bisa, bantuan dilengkapi tempatnya, walau bertahap,” harapnya.

Baca juga  Dispar Kukar: Wisata Alam Perlu Riset dan Regulasi Sebelum Dibuka

Ia menilai bahwa keberadaan tandon air masih penting meskipun aliran PDAM telah menjangkau sebagian wilayah desa. Warga memerlukan tempat penampungan untuk kebutuhan harian, terutama saat pasokan air terganggu. Masalah air bersih menjadi kebutuhan mendesak yang belum sepenuhnya teratasi.

Yusuf menyatakan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat desa. Namun ia juga mendorong agar setiap program bantuan lebih tepat guna dan mempertimbangkan aspek keberlanjutan. “Kami tidak minta langsung lengkap, tapi setidaknya lebih efektif dan tepat guna,” ungkapnya.

Baca juga  RS Muara Badak Titik Terang Layanan Kesehatan Pesisir Kukar

Dengan adanya perhatian terhadap kesejahteraan nelayan dan pemenuhan infrastruktur dasar, Yusuf optimistis kehidupan masyarakat akan lebih baik. Pemerintah desa berkomitmen untuk terus mendorong penyempurnaan program dan meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kalau nelayan sejahtera dan infrastruktur berjalan, desa akan lebih maju,” pungkas Yusuf dengan penuh harapan. Ia percaya bahwa langkah kecil yang konsisten akan membawa dampak besar bagi masa depan desa.

Adv/DiskominfoKukar

Berita-berita terbaru

Tinggalkan komentar