Jessie J Umumkan Derita Kanker Payudara, Jalani Operasi Mastektomi

admin

Jessie J. Foto/Wirelmage/BruceGlikas

Kabaristimewa.id – Penyanyi internasional Jessie J baru-baru ini mengungkapkan bahwa ia sedang dalam proses pengobatan kanker payudara. Pengakuan tersebut disampaikannya melalui siaran langsung di Instagram, Jumat (27/6/2025). Ia didiagnosis menderita kanker stadium awal sejak awal April 2025.

Diagnosis tersebut diperoleh setelah Jessie menjalani biopsi sehari setelah ulang tahunnya. Saat itu, dokter menemukan tumor berukuran sekitar 4,5 sentimeter. Pemeriksaan dilakukan menyusul munculnya gejala yang ia rasakan sebelumnya.

Jessie mengalami kesemutan di tangan, mastitis, serta rasa berat di lengan. Ia pun merasa ada sesuatu yang tidak beres pada tubuhnya. “Saya juga menemukan benjolan. Itulah alasan saya pergi dan menjalani pemindaian,” katanya.

Baca juga  Mengenal Tanda-Tanda Awal Diabetes Ringan: Jangan Abaikan Rasa Lelah, Haus, dan Buang Air Kecil Berlebihan

Setelah mendapatkan hasil biopsi, Jessie langsung mengambil keputusan medis penting. Ia menjalani prosedur mastektomi tunggal untuk mengangkat jaringan payudara yang terkena kanker. Operasi ini merupakan langkah pengobatan yang berat namun krusial.

Awalnya, Jessie mempertimbangkan untuk menjalani mastektomi ganda. Namun, setelah menjalani tes genetik, ia mengetahui bahwa dirinya tidak memiliki gen kanker payudara. “Jadi saya memutuskan untuk hanya menjalani satu kali,” jelasnya.

Selain mastektomi, Jessie juga menjalani prosedur rekonstruksi payudara. Tujuan rekonstruksi ini adalah memulihkan bentuk payudara secara estetis dan psikologis. Prosedur dilakukan segera setelah mastektomi.

Baca juga  Kesalahan Data Konversi Mata Uang, Google Respons Anjloknya Kurs Dollar AS

Namun, masa pemulihan yang ia alami cukup berat. Jessie mengaku mengalami nyeri akibat kerusakan saraf, susah tidur, dan kelelahan yang berkelanjutan. “Saya hanya berusaha bertahan,” ujarnya penuh emosi.

Demi mempercepat pemulihan, Jessie membuat keputusan penting dalam hidup pribadinya. Ia untuk sementara waktu tidak menggendong anaknya yang masih berusia dua tahun. Tindakan ini mencerminkan prioritas kesehatan di tengah tanggung jawab sebagai ibu.

Baca juga  Kapal Musaffah 2 Meledak di Selat Hormuz, Empat WNI Jadi Korban

Pengalaman Jessie memberikan pelajaran penting tentang kewaspadaan terhadap kanker payudara. Pemeriksaan rutin dan respons cepat terhadap gejala bisa sangat membantu. Terutama karena kanker jenis ini sering kali tidak menunjukkan gejala pada awalnya.

Dengan 2,3 juta kasus dan 670.000 kematian di seluruh dunia menurut WHO, kanker payudara menjadi ancaman serius. Di Indonesia, kasus baru mencapai hampir 69 ribu per tahun. Kisah Jessie menjadi pengingat nyata akan pentingnya kesadaran dan dukungan terhadap penderita kanker.

Sumber : https://health.kompas.com/read/25F28220112268/jessie-j-alami-kanker-payudara-dan-jalani-mastektomi-kenali-apa-ini
Penulis : Arnelya NL

Berita-berita terbaru

Tinggalkan komentar