Kabaristimewa.id Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka kemungkinan penerapan sistem empat hari kerja sebagai salah satu langkah efisiensi bahan bakar minyak di tengah ketidakpastian global akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Dilansir dari CNN Indonesia, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan opsi tersebut masih dalam tahap kajian dan belum menjadi keputusan resmi pemerintah. Menurutnya, berbagai alternatif sedang dipertimbangkan untuk menghadapi situasi global yang tidak stabil.
Bahlil menyampaikan pemerintah saat ini fokus mencari langkah yang dapat menekan konsumsi energi, khususnya bahan bakar minyak, agar tetap terkendali.
Ia menegaskan bahwa kebijakan yang diambil nantinya akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk dampaknya terhadap aktivitas ekonomi dan pelayanan publik.
Langkah serupa sebelumnya telah diterapkan Filipina yang memberlakukan sistem empat hari kerja di kantor pemerintah. Kebijakan itu diambil sebagai respons terhadap dampak ekonomi dari konflik di Timur Tengah.
Presiden Filipina Ferdinand Bongbong Marcos Jr. menyatakan negaranya terdampak secara tidak langsung oleh konflik tersebut, sehingga pemerintah perlu mengambil langkah untuk melindungi masyarakat dari tekanan ekonomi.
Kebijakan empat hari kerja di Filipina mulai berlaku pada Senin 9 Maret dan diterapkan pada instansi pemerintah. Namun aturan tersebut tidak berlaku bagi sektor layanan publik seperti kepolisian dan pemadam kebakaran.
Lonjakan harga bahan bakar di Filipina dipicu penutupan Selat Hormuz oleh Iran sejak awal Maret. Jalur pelayaran strategis itu merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dunia, sehingga penutupannya memicu kekhawatiran kenaikan harga energi global.
Sumber: CNN Indonesia








