Kabaristimewa.id, Jakarta – Pada Kamis pagi (12/6/2025), tercatat oleh IQAir bahwa Jakarta memiliki kualitas udara sangat buruk dengan AQI 169 dan konsentrasi PM2.5 sebesar 80,5 µg/m³. Masuk dalam kategori tidak sehat, udara di Jakarta diperkirakan membahayakan kesehatan manusia dan hewan sensitif.
Direkomendasikan situs tersebut agar masyarakat Jakarta menutup jendela dan menghindari aktivitas luar ruangan. “Kalau pun harus ke luar ruangan, maka disarankan untuk menggunakan masker,” tulis IQAir.
Pada hari sebelumnya, yaitu Rabu (11/6/2025), kualitas udara Jakarta juga tergolong buruk dengan AQI mencapai 129 dan PM2.5 di angka 48,2 µg/m³. Kondisi tersebut cukup untuk masuk dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta melalui Asep Kuswanto mengatakan bahwa pemantauan dilakukan melalui 31 titik SPKU. “Penyampaian data polusi udara harus lebih terbuka agar intervensi bisa lebih efektif,” katanya.
Asep juga menyebut bahwa pihaknya menargetkan penambahan 1.000 sensor kualitas udara low-cost agar jangkauan pemantauan lebih luas. Hal ini dianggap perlu untuk memulai langkah berkelanjutan dalam penanganan pencemaran.
Berbagai faktor diketahui memperparah kualitas udara di Jakarta, mulai dari lalu lintas padat, pembakaran sampah, hingga aktivitas industri yang tidak ramah lingkungan. Ruang terbuka hijau yang minim juga berkontribusi terhadap masalah ini.
Paparan polusi udara secara terus-menerus akan memperbesar risiko penyakit seperti asma, bronkitis, kanker paru, hingga penyakit jantung. Kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak menjadi paling terdampak.
Dengan meningkatnya kesadaran publik dan data terbuka, diharapkan pemerintah bisa mengambil langkah strategis jangka panjang. Kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk menciptakan udara bersih di Jakarta.
Sumber : https://www.liputan6.com/news/read/6050141/kualitas-udara-jakarta-terburuk-kedua-di-dunia-kamis-pagi-12-juni-2025?page=4
Penulis : Arnelya NL








