Kabaristimewa.id – Anggota DPRD Kutai Kartanegara Rahmat Dermawan merangkum satu tahun masa pengabdiannya melalui film berjudul Penyambung Lidah Rakyat. Legislator periode 2024 2029 dari Fraksi PDI Perjuangan yang bertugas di Komisi II itu memilih media film untuk menyampaikan refleksi kinerjanya kepada publik.
Film tersebut berawal dari dokumentasi kegiatan yang direkam relawan dan timnya selama setahun terakhir. Rekaman itu memuat aktivitas advokasi warga, pengawalan program pemerintah, hingga pendampingan masyarakat dalam mengakses bantuan dan pembangunan. Dari kumpulan gambar itu kemudian disusun narasi perjalanan politiknya.
Rahmat menyebut film ini sebagai bentuk pertanggungjawaban moral kepada konstituennya di Samboja, Samboja Barat, Muara Jawa, dan Sanga Sanga. Ia ingin masyarakat memahami proses kerja dan dinamika yang terjadi selama dirinya menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
Tagline Penyambung Lidah Rakyat telah ia gunakan sejak masa kampanye. Menurutnya, kalimat tersebut adalah komitmen untuk menjembatani aspirasi warga. Respons masyarakat yang terus mengingat istilah itu mendorongnya menjadikannya sebagai judul film.
Ia juga terinspirasi dari buku Penyambung Lidah Rakyat Indonesia yang mengisahkan perjalanan Soekarno. Buku itu ia peroleh dari mentornya, Muhammad Samsun, dan menjadi salah satu referensi dalam memaknai politik sebagai keberpihakan kepada rakyat.
Rahmat mengaku berasal dari keluarga sederhana. Latar belakang tersebut membentuk kepeduliannya terhadap isu pesisir, pertanian, lingkungan, dan tanggung jawab sosial perusahaan. Ia menilai pengalaman hidup menjadi dasar sikap politik yang ia ambil.
Film Penyambung Lidah Rakyat direncanakan diputar dalam agenda nonton bareng usai Lebaran di daerah pemilihannya. Kegiatan itu akan melibatkan tokoh masyarakat dan pemuda setempat sebagai ruang dialog terbuka tentang kebijakan dan aspirasi warga.








