Kabaristimewa.id, Kutai Kartanegara – Kepala Desa Kota Bangun 2, Kecamatan Kota Bangun Darat, Joko Purnomo, menegaskan bahwa wilayah yang dipimpinnya diarahkan untuk menjadi desa percontohan di Kutai Kartanegara. Ia menyebut target tersebut berfokus pada percepatan pembangunan desa yang terus bergeliat. “Pembangunan desa kami semakin bergeliat,” ungkapnya, belum lama ini.
Menurut Joko Purnomo, perhatian besar diberikan pada pemasangan lampu penerangan jalan di Desa Kota Bangun 2. Ia menuturkan, jalan-jalan yang dilalui masyarakat kini semakin terang sehingga meningkatkan kenyamanan warga. Dengan jumlah penduduk 2.500 jiwa dari 900 kepala keluarga, fasilitas penerangan menjadi kebutuhan utama desa.
Joko juga memaparkan, penduduk Desa Kota Bangun 2 tersebar di 20 RT dan tiga dusun. Ia menekankan pentingnya pemerataan pembangunan agar seluruh wilayah dapat merasakan dampak yang sama. “Tersebar di 20 RT dan tiga dusun,” jelasnya.
Selain infrastruktur, sektor pertanian di desa tersebut juga menunjukkan perkembangan positif. Sebanyak 50 petani muda milenial menggarap lahan pertanian seluas 50 hektare. Mereka tidak hanya mengolah sawah, tetapi juga beralih menanam semangka sebagai komoditas andalan baru.
Peluang kerja pun semakin terbuka berkat inisiatif petani muda. “Yang bagus lagi, mereka membuka lowongan tenaga kerja, menampung orang yang tidak diterima oleh perusahaan tambang dan perkebunan kelapa sawit,” ujar Joko dengan nada senang. Kehadiran petani milenial menjadi solusi nyata bagi warga yang sebelumnya kesulitan mendapatkan pekerjaan.
Desa Kota Bangun 2, yang telah berusia 42 tahun, juga tidak meninggalkan nilai budaya. Warga mayoritas yang berasal dari suku Jawa kerap melaksanakan festival budaya, termasuk pertunjukan kesenian kuda lumping. Acara ini menjadi ajang pelestarian warisan leluhur sekaligus hiburan bagi masyarakat.
Lebih lanjut, festival kuliner berbahan singkong rutin diadakan setiap tahun di desa tersebut. “Ada juga kita menggelar festival kuliner berbahan singkong tiap tahunnya,” terang Joko. Berbagai upaya ini menegaskan bahwa Desa Kota Bangun 2 tidak hanya unggul dalam pembangunan fisik, tetapi juga kokoh menjaga identitas budaya.
Adv/DiskominfoKukar








