Kabaristimewa.id – Otorita Ibu Kota Nusantara bersama Bank Indonesia mendorong penguatan daya saing UMKM di wilayah penyangga IKN melalui lokakarya literasi keuangan digital dan edukasi legalitas usaha. Kegiatan ini menyasar pelaku UMKM di Kecamatan Samboja dan Samboja Barat sebagai kawasan strategis penopang ekonomi ibu kota baru.
Program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola keuangan secara digital dan tertib. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya legalitas produk dan usaha agar mampu bersaing di pasar yang semakin terbuka seiring pembangunan IKN.
Lokakarya digelar dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada 3 dan 4 Februari 2026 di Balai Pertemuan Umum Kantor Kelurahan Kampung Lama, Kecamatan Samboja. Tahap kedua dilaksanakan pada 5 dan 6 Februari 2026 di Balai Pertemuan Umum Kantor Kecamatan Samboja Barat.
Sebanyak 120 pelaku UMKM mengikuti kegiatan ini. Peserta berasal dari dua kecamatan dengan jumlah masing masing 60 orang. Samboja dan Samboja Barat merupakan bagian dari wilayah delineasi IKN yang mencakup 23 desa dan kelurahan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mempelajari pengelolaan keuangan berbasis digital, pemanfaatan layanan keuangan formal, serta pencatatan usaha yang akuntabel. Edukasi legalitas produk juga diberikan sebagai dasar pengembangan usaha yang profesional dan berkelanjutan.
Direktur Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Conrita Ermanto, menyatakan penguatan UMKM menjadi bagian penting dalam pembangunan sosial ekonomi kawasan IKN. Ia menilai peningkatan kapasitas pelaku usaha akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata dalam pengembangan usaha. UMKM diharapkan mampu naik kelas dan berkontribusi terhadap target pembangunan, termasuk penurunan angka kemiskinan hingga nol persen pada 2035.
Kolaborasi Otorita IKN dan Bank Indonesia ini juga diarahkan untuk memperluas akses pasar UMKM melalui pemanfaatan platform digital. Upaya tersebut diharapkan mendorong UMKM tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh seiring transformasi ekonomi di kawasan Ibu Kota Nusantara.








